Jumat, Juli 17, 2026

Trump Saksikan Langsung Final...

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dipastikan akan menghadiri partai final...

Pertamina Resmi Turunkan Harga...

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) masih memberlakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak...

Argentina Comeback atas Inggris,...

Jakarta – Spanyol dan Argentina dipastikan bertemu pada partai final Piala Dunia 2026....

Sidang Budiman Digelar Akhir...

Jakarta – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan sidang...
BerandaUncategorizedRupiah Jebol Rp18.100,...

Rupiah Jebol Rp18.100, Tekanan Global Makin Menguat

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Senin (13/7/2026). Mata uang Indonesia tersebut menembus level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Refinitiv, pada pukul 09.06 WIB rupiah tercatat melemah sebesar 0,38 persen ke posisi Rp18.110 per dolar AS. Level tersebut dicapai hanya sekitar enam menit setelah pasar dibuka.

Sebelumnya, pada pukul 09.00 WIB, rupiah telah dibuka dengan pelemahan 0,17 persen di level Rp18.075 per dolar AS.

Pergerakan tersebut berbalik arah dibandingkan perdagangan terakhir pada Jumat (10/7/2026). Saat itu, rupiah berhasil ditutup menguat pada posisi Rp18.045 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring meningkatnya kekuatan dolar AS. Indeks dolar AS atau DXY, yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,22 persen menjadi 101,178 pada pukul 09.00 WIB.

Penguatan dolar AS dipengaruhi oleh kembali memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi serta peluang kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral dunia.

Pada akhir pekan, pasukan Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak. Iran dilaporkan menyerang sejumlah fasilitas AS di negara-negara Teluk serta kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis perdagangan energi global. Ketegangan di kawasan tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Pada awal perdagangan Asia, harga minyak Brent tercatat naik sekitar 3,3 persen menjadi US$78,49 per barel.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut juga dapat memperbesar kemungkinan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, kembali menaikkan suku bunga.

Berita Lainnya

Trump Saksikan Langsung Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dipastikan akan menghadiri partai final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Kamis (16/7/2026)....

Pertamina Resmi Turunkan Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) masih memberlakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai efektif sejak 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Penyesuaian tersebut membuat beberapa jenis BBM mengalami penurunan harga dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu produk...

Argentina Comeback atas Inggris, Tantang Spanyol di Final

Jakarta – Spanyol dan Argentina dipastikan bertemu pada partai final Piala Dunia 2026. Laga tersebut akan berlangsung di New York-New Jersey Stadium pada Senin, 20 Juli 2026. Argentina memastikan tempat di final setelah menundukkan Inggris dengan skor 2-1 pada pertandingan...