Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaPendidikanPemkot Semarang Perluas...

Pemkot Semarang Perluas Kesempatan Belajar Melalui Program Sekolah Swasta Gratis

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus berupaya memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui program sekolah swasta gratis yang kembali dilaksanakan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Semarang untuk membantu siswa yang belum tertampung di sekolah negeri sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya sekolah.

Melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang, sebanyak 133 sekolah swasta dari jenjang TK, SD, hingga SMP dilibatkan dalam program tersebut. Seluruh sekolah yang tergabung juga telah terintegrasi dengan sistem pendaftaran SPMB sehingga memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi maupun melakukan pendaftaran secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan bahwa program sekolah swasta gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga, khususnya kelompok masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, keberadaan sekolah swasta gratis tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang setiap tahun masih menjadi tantangan dalam proses penerimaan peserta didik baru.

Pada tahun 2026, jumlah sekolah yang tergabung dalam program ini tetap dipertahankan sebanyak 133 sekolah, terdiri atas 40 taman kanak-kanak (TK), 48 sekolah dasar (SD), dan 45 sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di berbagai wilayah Kota Semarang.

Melalui program tersebut, Pemkot Semarang berharap tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan belajar karena kendala biaya maupun keterbatasan kuota sekolah negeri, sehingga pemerataan akses pendidikan dapat terus terwujud di seluruh wilayah kota.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...