Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaNasionalGegana hingga Densus...

Gegana hingga Densus 88 Sisir Sekolah, Tak Temukan Benda Mencurigakan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi ancaman bom yang terjadi di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Ancaman tersebut terjadi bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. Pramono menilai peristiwa itu tidak seharusnya membuat masyarakat diliputi ketakutan secara berlebihan.

Menurutnya, segala bentuk ancaman tetap harus dihadapi dengan tenang, tanpa mengabaikan langkah-langkah pengamanan.

“Jangan sampai karena ada pihak yang mencoba menakut-nakuti pada hari pertama sekolah, kemudian semuanya menjadi takut. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin.

Pramono juga meminta aparat penegak hukum mengusut secara mendalam motif di balik ancaman tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, baik di sekolah tersebut maupun di wilayah lainnya.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Gegana, Densus 88 Antiteror Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme telah melakukan pemeriksaan dan penyisiran di lingkungan sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan proses penyisiran berlangsung sekitar empat jam. Pemeriksaan juga melibatkan anjing pelacak untuk memastikan tidak terdapat benda berbahaya maupun mencurigakan.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, area sekolah dinyatakan dalam kondisi aman. Petugas tidak menemukan barang mencurigakan di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada hari pertama terpaksa dihentikan dan para siswa dipulangkan.

Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan memastikan kegiatan belajar mengajar akan kembali berjalan normal pada Selasa, 14 Juli 2026.

Proses pembelajaran akan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan tanpa agenda khusus. Seluruh siswa, guru, dan unsur sekolah akan kembali mengikuti kegiatan sebagaimana biasanya.

Pihak Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan juga menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi adanya siswa maupun tenaga pendidik yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...