Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaUncategorizedSimpang Lima Lebih...

Simpang Lima Lebih Nyaman Saat Hujan, Pemkot Intensifkan Penataan Drainase

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng terus memastikan warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, termasuk saat musim hujan. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan adalah memperkuat sistem drainase di kawasan Simpang Lima agar genangan air dapat diminimalkan dan mobilitas masyarakat tetap lancar.

Penataan drainase di kawasan pusat kota tersebut diintensifkan untuk menjaga Simpang Lima tetap menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berolahraga, berwisata, maupun menjalankan usaha di kawasan tersebut.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), berbagai pekerjaan teknis dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran air. Langkah yang saat ini dikerjakan antara lain pembersihan saluran gendong di sekeliling Simpang Lima dari sedimentasi, sampah, dan material lain yang dapat menghambat aliran air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa normalisasi saluran dilakukan agar air hujan dapat mengalir lebih cepat dan tidak menumpuk di kawasan pusat kota.

Selain pembersihan saluran, DPU juga menambah pipa buang yang menghubungkan saluran gendong dengan saluran di lingkar dalam Lapangan Pancasila Simpang Lima. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pembuangan air saat terjadi hujan deras sehingga risiko genangan dapat ditekan.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai program pengendalian genangan yang telah dilakukan Pemkot Semarang dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kapasitas drainase yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati kawasan Simpang Lima dengan lebih nyaman tanpa terganggu genangan yang berpotensi muncul saat curah hujan tinggi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin warga tetap nyaman beraktivitas, pedagang tetap bisa menjalankan usahanya, dan masyarakat dapat menikmati Simpang Lima kapan pun tanpa khawatir terganggu genangan saat hujan. Karena itu, penataan drainase terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kota yang semakin nyaman dan tangguh menghadapi perubahan cuaca,” ujar Agustina, Kamis (18/6).

Menurutnya, Simpang Lima merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus wajah Kota Semarang. Karena itu, kualitas infrastruktur kawasan tersebut harus terus dijaga agar mampu mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi kota.

Ke depan, Pemkot Semarang akan terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan rutin pada sistem drainase di berbagai titik rawan genangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan produktif bagi masyarakat.

Agustina juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, keberhasilan pengendalian genangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan warga.

Melalui penguatan infrastruktur dan partisipasi masyarakat, Pemkot Semarang optimistis kawasan Simpang Lima akan semakin siap menghadapi musim hujan, sehingga warga dapat terus beraktivitas dengan nyaman dan perekonomian kota tetap bergerak tanpa hambatan.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...