Minggu, April 19, 2026

Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa...

SEMARANG – Kota Semarang akan menjadi panggung kebersamaan pada Jumat (17/4) esok, melalui...

Komnas Perempuan Desak Penanganan...

JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis daring yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas...

63 ASN Jadi Petugas...

SEMARANG – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang telah dilepas...

Peringatan HUT ke-479, Semarang...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi...
BerandaRegionalKarnaval Paskah Semarang...

Karnaval Paskah Semarang Tunjukkan Nasionalisme yang Inklusif dan Membumi

SEMARANG – Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Di tengah keberagaman masyarakat, kegiatan ini tampil sebagai ruang publik yang menyalakan kembali semangat nasionalisme melalui pendekatan budaya yang inklusif dan membumi.

Sejak awal pelaksanaan, perhatian masyarakat tertuju pada bentangan bendera merah putih sepanjang kurang lebih 100 meter yang diarak oleh ratusan anak muda lintas komunitas.

Visual tersebut tidak hanya menghadirkan kemegahan, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan di tengah perbedaan. Karnaval yang menempuh rute dari Kota Lama hingga berakhir di halaman Balai Kota Semarang ini menghadirkan ribuan peserta dan masyarakat yang turut menyaksikan, menjadikannya sebagai momentum kebersamaan yang hidup di ruang kota.

Yunike dari komunitas History Maker menjelaskan bahwa kehadiran simbol kebangsaan berupa bendera merah putih dalam perayaan Paskah merupakan pesan yang sengaja dihadirkan, terutama bagi generasi muda.

“Walaupun ini perayaan Paskah, kita tetap tidak bisa lepas dari semangat kebangsaan Indonesia. Bendera ini melambangkan bahwa kita berbeda-beda budaya, agama, tetapi tetap satu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan anak muda dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman yang cepat.

“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa dirawat agar generasi muda tidak melupakan budaya dan nilai-nilai yang bangsa Indosia miliki,” imbuhnya.

Melalui pendekatan yang menggabungkan ekspresi budaya, partisipasi generasi muda, dan simbol kebangsaan, Karnaval Paskah di Kota Semarang menunjukkan bahwa nasionalisme tidak selalu hadir dalam bentuk formal, tetapi dapat tumbuh secara alami melalui ruang-ruang interaksi sosial masyarakat.

Di tengah arus perubahan yang kian cepat, karnaval ini menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan merawat perbedaan. Dari langkah kaki para peserta yang berjalan bersama, tersirat pesan sederhana namun kuat—bahwa Indonesia tidak hanya dipersatukan oleh simbol, tetapi oleh kesadaran kolektif untuk terus menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan. Dan dari Kota Semarang, semangat itu kembali dinyalakan, hidup, dan berjalan di tengah masyarakat.

Berita Lainnya

Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin untuk Karnaval Paskah 2026

SEMARANG – Kota Semarang akan menjadi panggung kebersamaan pada Jumat (17/4) esok, melalui gelaran Karnaval dan Perayaan Paskah Kota Semarang 2026. Ribuan peserta dari berbagai elemen akan turun ke jalan, menghidupkan ruas Kota Lama hingga Balai Kota dalam sebuah...

Komnas Perempuan Desak Penanganan Tegas Kasus Pelecehan di FH UI

JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis daring yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menjadi perhatian luas di tingkat nasional. Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban mencapai 27 orang, terdiri dari mahasiswa dan dosen. Sejumlah pihak,...

63 ASN Jadi Petugas Haji, Pemkot Semarang Pastikan Pelayanan Tetap Normal

SEMARANG – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang telah dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pelepasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan petugas haji daerah yang akan mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah. Dalam momentum...