Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaRegional63 ASN Jadi...

63 ASN Jadi Petugas Haji, Pemkot Semarang Pastikan Pelayanan Tetap Normal

SEMARANG – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang telah dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pelepasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan petugas haji daerah yang akan mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah.

Dalam momentum ini, peran ASN petugas haji Kota Semarang ditekankan wali kota, Agustina Wilujeng sebagai ujung tombak pelayanan jemaah di Tanah Suci. Amanah yang diemban dinilai tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab pelayanan publik di lingkungan internasional.

Pesan khusus telah disampaikan kepada para petugas agar tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini amanat yang berat tapi mulia. Jadilah wajah pemerintah yang memberikan pelayanan terbaik, jaga kesehatan jemaah, dan utamakan keselamatan,” ujar Agustina di Balaikota, Rabu (15/4).

Dijelaskan bahwa para ASN yang diberangkatkan terdiri dari berbagai unsur penting dalam penyelenggaraan haji, seperti Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Seluruhnya akan bertugas memberikan pendampingan langsung kepada jemaah selama di Arab Saudi.

Rasa bangga juga disampaikan atas terpilihnya puluhan ASN tersebut sebagai representasi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Saya senang bisa melepas mereka. Harapannya tentu seluruh proses ibadah berjalan lancar sampai pulang,” katanya.

Ditekankan pula bahwa para petugas tidak hanya berstatus sebagai jemaah, melainkan juga sebagai representasi pelayanan pemerintah Indonesia di luar negeri.

Dalam rombongan tersebut, keikutsertaan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang turut disorot. Sosok pejabat tertinggi yang ikut berangkat diharapkan dapat menjadi contoh bagi jemaah lainnya, terutama dalam hal kedisiplinan dan kesungguhan beribadah.

“Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen,” imbuh wali kota.

Dari total 63 ASN yang diberangkatkan, komposisi terbesar berasal dari sektor pendidikan. Sebanyak 29 orang diketahui merupakan guru dan kepala sekolah.

Selain itu, keterlibatan tenaga kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan medis bagi jemaah.

“Paling banyak dari Dinas Pendidikan, kemudian RSUD dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Meski puluhan ASN diberangkatkan, pelayanan publik di Kota Semarang dipastikan tetap berjalan normal. Hal ini dimungkinkan karena jumlah total ASN yang mencapai sekitar 14 ribu orang serta telah dilakukannya pengaturan tugas sebelumnya.

Koordinasi internal disebut telah dilakukan agar tidak terjadi gangguan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, para ASN yang berangkat diminta untuk fokus menjalankan ibadah tanpa memikirkan tugas di daerah.

“Urusan pelayanan sudah dikoordinasikan dengan baik. Jadi peserta diminta fokus total pada ibadah,” katanya.

Para ASN juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Penyesuaian terhadap cuaca ekstrem di Arab Saudi dinilai penting agar rangkaian ibadah dapat dijalani dengan optimal.

“Jaga pola tidur, jangan memaksakan tenaga karena rangkaian ibadah cukup menguras fisik,” pesannya.

Sebagai penutup, Agustina menitipkan kepada para jemaah agar Kota Semarang senantiasa diberikan keberkahan dan kelancaran pembangunan.

“Dititipkan doa agar Kota Semarang selalu dilimpahi rahmat dan dijauhkan dari hal-hal yang menghambat pembangunan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...