Selasa, April 21, 2026

Karnaval Paskah Semarang Tunjukkan...

SEMARANG – Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan....

Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa...

SEMARANG – Kota Semarang akan menjadi panggung kebersamaan pada Jumat (17/4) esok, melalui...

Komnas Perempuan Desak Penanganan...

JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis daring yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas...

63 ASN Jadi Petugas...

SEMARANG – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang telah dilepas...
BerandaRegionalKenang Jasa Pendahulu,...

Kenang Jasa Pendahulu, Pemkot Semarang Gelar Ziarah di Semarang hingga Jakarta

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar rangkaian ziarah ke makam para pendahulu dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Hal ini sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas jasa para tokoh yang telah meletakkan fondasi pembangunan kota.

Kegiatan ziarah dilaksanakan pada Kamis (16/4) di beberapa lokasi meliputi Kota Semarang, Kabupaten Klaten dan DKI Jakarta dengan pelibatan langsung jajaran pimpinan daerah, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah dan kepala OPD di lingkungan Pemkot Semarang yang dibagi ke tiga titik tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng sendiri memimpin langsung ziarah ke makam Wali Kota Semarang pertama, RM. H. Moch. Ichsan, di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Kegiatan diawali dengan ziarah, pembacaan doa serta tabur bunga dan dilanjutkan ramah tamah di kediaman keluarga almarhum. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap sosok perintis pemerintahan Kota Semarang.

Sementara Itu, Wakil Wali kota Semarang, Iswar Aminuddin mewakili Pemerintah Kota Semarang berziarah ke Makam Ki Ageng Sunan Pandanaran II Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Masih di hari yang sama, ziarah serentak juga dilaksanakan di 4 titik di Kota Semarang yang dipimpin oleh Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa yakni Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang, makam mantan Wali Kota Semarang periode 1990–2000, Kolonel Purn. Soetrisno Suharto, di TPU Jl. Rorojonggrang, Kecamatan Semarang Barat, makam Kyai Kanjeng Raden Adipati Surohadimenggolo V di kawasan Masjid Terboyo, serta makam Ki Ageng Sunan Pandanaran I di kawasan Mugassari.

Agustina menegaskan bahwa ziarah yang dilaksanakan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan arah pembangunan kota.

“Ziarah ini adalah pengingat bahwa Kota Semarang dibangun di atas kerja keras, nilai perjuangan, dan keteladanan para pendahulu. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan dengan integritas dan keberpihakan kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui pembagian tugas pimpinan di setiap lokasi, Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh rangkaian ziarah berjalan khidmat, tertib, dan bermakna, sekaligus menjangkau seluruh titik sejarah penting yang menjadi bagian dari perjalanan panjang kota Semarang.

Rangkaian ziarah ini sekaligus menjadi pembuka menuju rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang, sekaligus penegasan bahwa pembangunan masa kini tidak dapat dilepaskan dari penghormatan terhadap sejarah dan para pendahulunya.

Berita Lainnya

Karnaval Paskah Semarang Tunjukkan Nasionalisme yang Inklusif dan Membumi

SEMARANG – Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Di tengah keberagaman masyarakat, kegiatan ini tampil sebagai ruang publik yang menyalakan kembali semangat nasionalisme melalui pendekatan budaya yang inklusif dan membumi. Sejak awal pelaksanaan, perhatian masyarakat...

Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin untuk Karnaval Paskah 2026

SEMARANG – Kota Semarang akan menjadi panggung kebersamaan pada Jumat (17/4) esok, melalui gelaran Karnaval dan Perayaan Paskah Kota Semarang 2026. Ribuan peserta dari berbagai elemen akan turun ke jalan, menghidupkan ruas Kota Lama hingga Balai Kota dalam sebuah...

Komnas Perempuan Desak Penanganan Tegas Kasus Pelecehan di FH UI

JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis daring yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menjadi perhatian luas di tingkat nasional. Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban mencapai 27 orang, terdiri dari mahasiswa dan dosen. Sejumlah pihak,...