Selasa, Juni 2, 2026

Waduh! Rupiah Loyo Dekati...

Jakarta — Setelah libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa...

Agustina Wilujeng: Anak-Anak Yatim...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim dengan...

Beban Berat Hilir: Pemkot...

GROBOGAN – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan fenomena rob...

Arus Modal Asing dan...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan. Berdasarkan data Investasi,...
BerandaNasionalDampak Konflik Global,...

Dampak Konflik Global, Pemerintah Amankan Stok dan Subsidi BBM

Jakarta — Pemerintah terus mencari langkah strategis untuk menghadapi dampak krisis bahan bakar minyak (BBM) global yang dipicu ketegangan geopolitik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan upaya tersebut difokuskan pada menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga di dalam negeri.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini harga BBM di Indonesia masih relatif stabil, meskipun banyak negara terdampak kenaikan akibat konflik internasional. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Selain menjaga harga, pemerintah juga melakukan berbagai langkah antisipatif, terutama dalam hal pengamanan suplai. Salah satunya dengan membuka opsi kerja sama pasokan minyak dari berbagai negara untuk mengurangi risiko gangguan distribusi.

Menurut Bahlil, situasi geopolitik saat ini sulit diprediksi. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat untuk mencari sumber energi alternatif sekaligus mengoptimalkan potensi energi dalam negeri.

Arahan tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden agar pemerintah segera memastikan ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah sekitar 20 persen, yang sebagian besar melalui jalur Selat Hormuz. Kondisi ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut terdampak konflik dan berpotensi mengganggu distribusi.

Meski demikian, pemerintah mulai mengkaji sumber pasokan lain yang dinilai lebih aman. Sementara untuk kebutuhan dalam negeri, produksi solar sudah dapat dipenuhi tanpa impor, sedangkan untuk bensin masih mengandalkan sekitar 50 persen dari luar negeri.

Pemerintah juga menegaskan belum ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan tengah merumuskan skema subsidi agar dampak krisis tidak membebani masyarakat.

Bahlil menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu, dengan memastikan kebijakan energi tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Berita Lainnya

Waduh! Rupiah Loyo Dekati Rp18.000 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Ini Penyebabnya

Jakarta — Setelah libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6) pagi. Mata uang Indonesia terkoreksi sebesar 0,42 persen atau turun 74 poin, sehingga posisinya kini berada di level Rp17.879 per dolar AS. Kondisi pasar di Asia...

Agustina Wilujeng: Anak-Anak Yatim Adalah Keluarga Besar Kota Semarang yang Harus Dijaga dan Disayangi

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim dengan mengajak 96 anak dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh menonton bersama film Children of Heaven. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keceriaan tersebut menjadi bagian dari...

Beban Berat Hilir: Pemkot Semarang Ungkap Alasan Kawasan Genuk dan Muktiharjo Kerap Terendam Banjir

GROBOGAN – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan fenomena rob tidak bisa diselesaikan secara sepihak oleh satu wilayah saja. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat menghadiri acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa...