Jumat, Maret 27, 2026

WFH Sehari Kembali Diwacanakan,...

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk...

Potongan Tarif Tol Kembali...

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026....

Usai Torehkan Sejarah di...

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri...

Agustina Pastikan Kesiapan Posko...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan...
BerandaNasionalDampak Konflik Global,...

Dampak Konflik Global, Pemerintah Amankan Stok dan Subsidi BBM

Jakarta — Pemerintah terus mencari langkah strategis untuk menghadapi dampak krisis bahan bakar minyak (BBM) global yang dipicu ketegangan geopolitik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan upaya tersebut difokuskan pada menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga di dalam negeri.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini harga BBM di Indonesia masih relatif stabil, meskipun banyak negara terdampak kenaikan akibat konflik internasional. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Selain menjaga harga, pemerintah juga melakukan berbagai langkah antisipatif, terutama dalam hal pengamanan suplai. Salah satunya dengan membuka opsi kerja sama pasokan minyak dari berbagai negara untuk mengurangi risiko gangguan distribusi.

Menurut Bahlil, situasi geopolitik saat ini sulit diprediksi. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat untuk mencari sumber energi alternatif sekaligus mengoptimalkan potensi energi dalam negeri.

Arahan tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden agar pemerintah segera memastikan ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah sekitar 20 persen, yang sebagian besar melalui jalur Selat Hormuz. Kondisi ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut terdampak konflik dan berpotensi mengganggu distribusi.

Meski demikian, pemerintah mulai mengkaji sumber pasokan lain yang dinilai lebih aman. Sementara untuk kebutuhan dalam negeri, produksi solar sudah dapat dipenuhi tanpa impor, sedangkan untuk bensin masih mengandalkan sekitar 50 persen dari luar negeri.

Pemerintah juga menegaskan belum ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan tengah merumuskan skema subsidi agar dampak krisis tidak membebani masyarakat.

Bahlil menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu, dengan memastikan kebijakan energi tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Berita Lainnya

WFH Sehari Kembali Diwacanakan, Pemerintah Klaim Sudah Siap Jalankan

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tinggal menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut mayoritas kementerian dan lembaga telah menyatakan persetujuan terhadap skema...

Potongan Tarif Tol Kembali Hadir, Berlaku 26–27 Maret di Sejumlah Ruas

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026. Potongan tarif yang diberikan cukup signifikan, rata-rata sekitar 30 persen, bahkan pada beberapa ruas mencapai lebih tinggi. Kebijakan ini diterapkan selama empat hari pada sejumlah ruas tol...

Usai Torehkan Sejarah di Brasil, Veda Ega Siap Lanjutkan Tren Positif

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri ketiga Moto3 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Meski akan tampil di lintasan baru, ia tetap percaya diri mampu bersaing di papan atas. Balapan Moto3 Amerika...