Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaNasionalDampak Konflik Global,...

Dampak Konflik Global, Pemerintah Amankan Stok dan Subsidi BBM

Jakarta — Pemerintah terus mencari langkah strategis untuk menghadapi dampak krisis bahan bakar minyak (BBM) global yang dipicu ketegangan geopolitik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan upaya tersebut difokuskan pada menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga di dalam negeri.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini harga BBM di Indonesia masih relatif stabil, meskipun banyak negara terdampak kenaikan akibat konflik internasional. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Selain menjaga harga, pemerintah juga melakukan berbagai langkah antisipatif, terutama dalam hal pengamanan suplai. Salah satunya dengan membuka opsi kerja sama pasokan minyak dari berbagai negara untuk mengurangi risiko gangguan distribusi.

Menurut Bahlil, situasi geopolitik saat ini sulit diprediksi. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat untuk mencari sumber energi alternatif sekaligus mengoptimalkan potensi energi dalam negeri.

Arahan tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden agar pemerintah segera memastikan ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah sekitar 20 persen, yang sebagian besar melalui jalur Selat Hormuz. Kondisi ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut terdampak konflik dan berpotensi mengganggu distribusi.

Meski demikian, pemerintah mulai mengkaji sumber pasokan lain yang dinilai lebih aman. Sementara untuk kebutuhan dalam negeri, produksi solar sudah dapat dipenuhi tanpa impor, sedangkan untuk bensin masih mengandalkan sekitar 50 persen dari luar negeri.

Pemerintah juga menegaskan belum ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan tengah merumuskan skema subsidi agar dampak krisis tidak membebani masyarakat.

Bahlil menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu, dengan memastikan kebijakan energi tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...