Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaNasionalArus Modal Asing...

Arus Modal Asing dan Yield AS Tekan Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan. Berdasarkan data Investasi, rupiah melemah sekitar 0,39 persen hingga menyentuh level Rp17.597 per dolar AS. Sebelumnya, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu (13/5) tercatat berada di posisi Rp17.496 per dolar AS.

Pelemahan mata uang domestik tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan dari pasar global serta penguatan indeks dolar AS. Kondisi pasar keuangan internasional yang masih dipenuhi ketidakpastian membuat pelaku pasar memilih bersikap lebih berhati-hati. Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga tercatat mengalami depresiasi terhadap dolar AS.

Pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta meningkatnya sentimen risk-off global.

Untuk perdagangan Senin (18/5), rupiah diperkirakan masih bergerak dalam tren pelemahan dengan kisaran Rp17.500 hingga Rp17.650 per dolar AS. Menurut Budi, arah pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh langkah intervensi bank sentral dan perkembangan kondisi komoditas global.

Ia menilai, apabila tekanan dari dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, serta arus modal asing keluar masih berlanjut, maka rupiah berpotensi menguji level Rp17.600 hingga Rp17.650 per dolar AS. Namun, jika Bank Indonesia melakukan intervensi agresif atau sentimen global membaik, pelemahan rupiah diperkirakan dapat tertahan di area Rp17.500 hingga Rp17.550.

Selain itu, sejumlah faktor eksternal lain seperti pergerakan yield US Treasury, lonjakan harga minyak mentah, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga diprediksi akan memengaruhi volatilitas pasar pada awal pekan. Pasar turut mencermati potensi meningkatnya inflasi impor akibat kenaikan harga energi global.

Budi Frensidy menambahkan, tingginya harga minyak dunia dapat membuat rupiah semakin rentan karena pasar mulai memperhitungkan risiko tekanan inflasi impor dan dampaknya terhadap fiskal nasional.

Di sisi lain, sentimen terkait MSCI juga menjadi perhatian investor domestik karena dinilai berpotensi memicu arus keluar modal asing. Meski demikian, Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai langkah intervensi di pasar domestik maupun offshore.

Secara keseluruhan, rupiah pada perdagangan Senin diperkirakan masih bergerak defensif, kecuali jika terdapat katalis positif yang mampu mendorong pelemahan dolar AS di pasar global.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...