Kamis, Maret 26, 2026

WFH Sehari Kembali Diwacanakan,...

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk...

Potongan Tarif Tol Kembali...

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026....

Usai Torehkan Sejarah di...

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri...

Agustina Pastikan Kesiapan Posko...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan...
BerandaNasionalMelalui Sidang Isbat,...

Melalui Sidang Isbat, Pemerintah Pastikan Awal Puasa 19 Februari

Penetapan tersebut dilakukan melalui Sidang Isbat yang dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, para ahli astronomi, Komisi VIII DPR RI, hingga perwakilan negara sahabat. Hasil sidang disampaikan secara daring dan luring, sehingga masyarakat dapat menyaksikan pengumuman resmi melalui kanal media sosial Kementerian Agama.

Rangkaian sidang dimulai sejak pukul 16.30 WIB dengan pemaparan terbuka terkait posisi hilal berdasarkan data astronomi yang disampaikan para pakar. Dalam prosesnya, penentuan awal Ramadhan mengacu pada dua pendekatan, yakni perhitungan astronomi (hisab) serta hasil pemantauan langsung hilal (rukyatul hilal) di berbagai lokasi.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah, kemudian memasuki sidang tertutup. Keputusan akhir selanjutnya diumumkan melalui konferensi pers resmi.

Sidang Isbat sendiri merupakan forum yang diselenggarakan Kementerian Agama untuk menentukan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah. Tradisi ini telah berlangsung sejak dekade 1950-an sebagai wadah musyawarah antara pemerintah dan berbagai organisasi Islam dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Melalui forum ini, pemerintah mengompilasi data hisab dan laporan hasil rukyat dari sejumlah titik pemantauan di Indonesia sebagai dasar pengambilan keputusan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa Sidang Isbat mencerminkan kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan ilmuwan. Menurutnya, keputusan yang dihasilkan harus memiliki landasan ilmiah sekaligus sejalan dengan ketentuan syariat Islam.

Ia menyampaikan bahwa forum tersebut bertujuan untuk memverifikasi hasil perhitungan astronomi dan observasi hilal sebelum pemerintah menetapkan awal Ramadhan secara resmi, sehingga keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun keagamaan.

Berita Lainnya

WFH Sehari Kembali Diwacanakan, Pemerintah Klaim Sudah Siap Jalankan

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tinggal menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut mayoritas kementerian dan lembaga telah menyatakan persetujuan terhadap skema...

Potongan Tarif Tol Kembali Hadir, Berlaku 26–27 Maret di Sejumlah Ruas

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026. Potongan tarif yang diberikan cukup signifikan, rata-rata sekitar 30 persen, bahkan pada beberapa ruas mencapai lebih tinggi. Kebijakan ini diterapkan selama empat hari pada sejumlah ruas tol...

Usai Torehkan Sejarah di Brasil, Veda Ega Siap Lanjutkan Tren Positif

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri ketiga Moto3 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Meski akan tampil di lintasan baru, ia tetap percaya diri mampu bersaing di papan atas. Balapan Moto3 Amerika...