Kamis, Maret 26, 2026

WFH Sehari Kembali Diwacanakan,...

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk...

Potongan Tarif Tol Kembali...

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026....

Usai Torehkan Sejarah di...

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri...

Agustina Pastikan Kesiapan Posko...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan...
BerandaNasionalGunung Semeru Kembali...

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 6 Kilometer

SEMARANG — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (14/2) pagi. Letusan tersebut memicu awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai enam kilometer dari puncak kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.54 WIB. Awan panas terpantau bergerak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan, sementara abu vulkanik menyebar ke arah timur laut hingga utara.

Kolom letusan tercatat setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau mencapai 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke sektor utara dan timur laut. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 238 detik.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 07.25 WIB. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu terpantau sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 mdpl. Warna abu masih teramati kelabu dengan intensitas tebal ke arah yang sama, yakni utara dan timur laut. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 20 milimeter dengan durasi 275 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu saat ini berstatus Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.

Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga menetapkan larangan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru mengingat potensi bahaya lontaran batu pijar.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, serta banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, khususnya di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.

Berita Lainnya

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

SEMARANG – Kota Semarang dinilai telah mencapai level kematangan sosial ketika keberagaman menjadi nadi kehidupan yang memastikan seluruh warga dapat tumbuh dan sejahtera bersama. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek...

Dugderan 2026 Ditargetkan Jadi Magnet Wisata Budaya Nasional dan Internasional

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2) mendatang. Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” karnaval tahun ini menjadi sangat istimewa karena berdekatan...

Simeone: Saya Selalu Yakin, Atletico Jawab dengan Kemenangan 4-0

Madrid – Atletico Madrid tampil perkasa dengan mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Hasil tersebut sekaligus membuktikan optimisme pelatih Diego Simeone yang sebelumnya yakin timnya mampu melangkah ke final. Pertandingan yang digelar di Riyadh Air Metropolitano,...