Sabtu, Maret 28, 2026

21 Ribu Kendaraan Melintas,...

Subang — Volume kendaraan arus balik Lebaran yang melintasi Tol Cipali terus mengalami...

Libur Lebaran, Kota Lama...

Jadi yang Tertinggi di Jateng Selama Libur Lebaran 2026 SEMARANG – Kawasan Kota Lama...

Dampak Konflik Global, Pemerintah...

Jakarta — Pemerintah terus mencari langkah strategis untuk menghadapi dampak krisis bahan bakar...

WFH Sehari Kembali Diwacanakan,...

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk...
BerandaEkonomiPendapatan dan Belanja...

Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Semarang 2025 Berjalan Seimbang

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun anggaran 2025. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp5,81 triliun atau 92,22% dari target anggaran sebesar Rp6,30 triliun, sementara realisasi belanja daerah tercatat Rp5,73 triliun atau 88,69% dari total anggaran Rp 6,46 triliun.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan daerah yang semakin terukur, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keseimbangan antara pendapatan dan belanja menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.

“Realisasi pendapatan dan belanja tahun 2025 menunjukkan bahwa APBD kita dikelola secara hati-hati namun tetap responsif terhadap kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Agustina belum lama ini.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Semarang berhasil merealisasikan Rp3,42 triliun atau 87,67% dari target Rp3,90 triliun. Pajak daerah menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp 2,74 triliun atau 88,57%, diikuti retribusi daerah sebesar Rp 556,22 miliar atau 79,99%. Sementara itu lain-lain PAD yang sah bahkan melampaui target hingga 130,61%.

Capaian PAD tersebut merupakan hasil dari upaya konsisten Pemkot Semarang dalam memperkuat basis pendapatan tanpa membebani masyarakat. Optimalisasi pendapatan dilakukan melalui perbaikan sistem, peningkatan kepatuhan, dan penguatan layanan.

“Kami berupaya memastikan bahwa setiap potensi pendapatan dikelola secara adil dan transparan, sehingga manfaatnya bisa kembali dirasakan oleh warga Kota Semarang,” imbuh wali kota.

Sementara itu, pendapatan transfer juga menunjukkan kinerja sangat baik dengan realisasi Rp2,36 triliun atau 99,62% dari total anggaran. Hal ini turut memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam membiayai program prioritas.

Terkait belanja daerah, dengan realisasi 88,69% menunjukkan belanja yang terkendali dan tepat sasaran. Pemkot Semarang akan terus berkomitmen melakukan efisiensi belanja sejalan dengan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.

Berita Lainnya

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

SEMARANG – Kota Semarang dinilai telah mencapai level kematangan sosial ketika keberagaman menjadi nadi kehidupan yang memastikan seluruh warga dapat tumbuh dan sejahtera bersama. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek...

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 6 Kilometer

SEMARANG — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (14/2) pagi. Letusan tersebut memicu awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai enam kilometer dari puncak kawah. Petugas Pos Pengamatan Gunung...

Dugderan 2026 Ditargetkan Jadi Magnet Wisata Budaya Nasional dan Internasional

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2) mendatang. Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” karnaval tahun ini menjadi sangat istimewa karena berdekatan...