Kamis, Januari 29, 2026

Prioritaskan Ruas Mendesak, DPU...

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai...

Agustina Resmikan Pasar Ikan...

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meresmikan Pasar Ikan Rejomulyo di Kecamatan...

Dukung Mobilitas Warga, Jembatan...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah...

Pendapatan dan Belanja Daerah...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang...
BerandaTeknologiTerbaik dalam Transformasi...

Terbaik dalam Transformasi Digital, Kota Semarang Boyong Penghargaan GM-DTGI Award 2025

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan transformasi digital. Hal itu dibuktikan dengan meraih penghargaan “Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index Award 2025” (GM-DTGI Award 2025) sebagai pemerintah kota terbaik pertama dalam kategori kabupaten/kota se-Indonesia. Ini merupakan kali ke dua berturut-turut setelah sebelumnya juga menerima penghargaan yang sama pada tahun 2024.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang, Soenarto, mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, di sela-sela kegiatan Seminar Nasional GM-DTGI Tahun 2025 yang digelar di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo FEB UGM, Yogyakarta, Kamis (18/9).

“Saya bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Prestasi GM-DTGI Award 2025 yang diterima ini tidak sekadar menjadi pengakuan atas komitmen Pemkot Semarang untuk selalu menerapkan digitalisasi dan transformasi dalam pelayanan publik, melainkan juga menjadi penanda bahwa kami sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Agustina.

Wali Kota menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi Pemkot Semarang untuk makin memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pelayanan publik digital akan terus dikembangkan yang didukung dengan penguatan infrastruktur digital, termasuk mengoptimalkan pengelolaan big data. Dengan demikian, memudahkan masyarakat mengakses layanan yang dibutuhkan serta diharapkan mampu mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan responsif sehingga kebijakan publik dapat lebih tepat sasaran.

“Saya meyakini, hal ini akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Pemkot Semarang,” katanya.

Sebagai informasi, GM-DTGI merupakan indeks yang dikembangkan oleh Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada untuk mengukur kesiapan dan implementasi tata kelola transformasi digital pemerintah daerah kabupaten dan kota di tingkat nasional. Tahun ini penilaian dilakukan terhadap 508 pemerintah kabupaten kota se-Indonesia dengan indeks yang mengacu pada tujuh pilar utama berbasis praktik global terbaik.

Ketua Peneliti GM-DTGI, Profesor Syaiful Ali mengatakan bahwa tujuh pilar tersebut mencakup 50 indikator penilaian, meliputi tata kelola dan kepemimpinan, keamanan siber dan privasi, desain platform berpusat pada pengguna, peraturan dan kebijakan, reformasi administrasi publik dan manajemen perubahan, tata kelola data, serta ekosistem digital.

Menurutnya, penghargaan ini sejalan dengan visi Indonesia Digital 2045 dan menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendorong transformasi digital di tingkat daerah. Dia berharap GM-DTGI menjadi acuan yang kredibel sekaligus dinamis dalam menghadapi perkembangan digital yang begitu cepat, serta memacu semangat daerah untuk terus meningkatkan tata kelola transformasi digital demi mewujudkan pelayanan publik yang makin baik.

Untuk kategori Tata Kelola Transformasi Digital Terbaik, Kota Semarang berhasil meraih posisi pertama sebagai Pemerintah Kota Terbaik se-Indonesia, diikuti Kota Bandung di peringkat kedua, Kota Surabaya di peringkat ketiga, Kota Yogyakarta di peringkat keempat, Kota Pekalongan di peringkat kelima, serta Kota Makassar di peringkat keenam. Kota Depok menempati peringkat kesembilan, Kota Singkawang di peringkat ke sepuluh.

Dengan capaian ini, Kota Semarang diharapkan mampu memberikan pelayanan digital yang optimal dan memperkuat ekosistem digital di Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi kota-kota lain dalam mengoptimalkan transformasi digital untuk mendukung tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang lebih baik.

“Terima kasih banyak kepada Pak Wamen, UGM, maupun perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan yang mendukung terlaksananya transformasi digital di Kota Semarang. Ini capaian yang membanggakan. Ayo, kita terus pertahankan dan tingkatkan penyelenggaraan pelayanan publik berbasis digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar Kota Semarang makin hebat,” tutupnya. (*)

Reporter: Ismu Puruhito

Berita Lainnya

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Respon Cepat Banjir: Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum Bantu Warga Terdampak Penuhi Kebutuhan Pangan

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat mendirikan posko dapur umum di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Pedurungan, dan Kecamatan Genuk, sebagai respons terhadap banjir yang melanda wilayah tersebut. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan langkah ini...

Tinjau Korban Rumah Roboh, Wali kota Agustina Pastikan Pendidikan Anak Terjamin

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi kediaman almarhumah Mega Gita Safitri korban rumah roboh di Jalan Pedamaran, Gang Buntu No. 10 RT 04 RW 05, Kauman Semarang Tengah, pada Jumat (31/10). Sebelumnya, Mega merupakan korban meninggal akibat...