Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaNasionalWTP ke-10 Perkuat...

WTP ke-10 Perkuat Fondasi Pembangunan Semarang, Agustina Fokuskan APBD untuk Kesejahteraan Warga

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan Kota Semarang berjalan secara akuntabel, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, raihan WTP bukan sekadar penghargaan atas tertib administrasi keuangan. Lebih dari itu, WTP merupakan bukti bahwa Pemerintah Kota Semarang serius menjaga amanah masyarakat dengan memastikan setiap rupiah APBD dikelola secara hati-hati, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang, DPRD, dan berbagai pihak yang terus mengawal jalannya pemerintahan. Namun bagi saya, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan WTP, melainkan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya,” ujar Agustina usai menerima LHP BPK, Rabu (11/6).

Agustina menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus dipahami sebagai instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sepanjang tahun 2025 Pemkot Semarang mengarahkan anggaran pada program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung, mulai dari pembangunan jalan dan drainase, penanganan banjir, peningkatan kualitas permukiman, layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga berbagai program perlindungan sosial.

Menurutnya, keberhasilan tata kelola keuangan tidak diukur dari tebalnya laporan atau banyaknya penghargaan yang diterima pemerintah. Ukuran sesungguhnya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Warga ingin melihat jalan yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, pelayanan yang semakin cepat, serta kesempatan ekonomi yang semakin terbuka. Karena itu saya selalu menekankan bahwa setiap rupiah APBD harus bekerja untuk rakyat dan hasilnya harus bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi pembangunan Kota Semarang. Dengan tata kelola yang baik, pemerintah memiliki kemampuan fiskal yang lebih kuat untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan kota.

Agustina juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar capaian WTP tidak membuat jajaran pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan anggaran agar semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Saya ingin budaya pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab terus menjadi nafas pemerintahan di Kota Semarang. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja yang nyata dan pengelolaan anggaran yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga,” katanya.

Raihan opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025 sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Agustina Wilujeng untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah bukan hanya tercermin dalam laporan yang baik, tetapi pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat Kota Semarang.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...