Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaNasionalWFH Sehari Kembali...

WFH Sehari Kembali Diwacanakan, Pemerintah Klaim Sudah Siap Jalankan

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tinggal menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut mayoritas kementerian dan lembaga telah menyatakan persetujuan terhadap skema tersebut. Kesepakatan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut Tito, pembahasan sudah mengarah pada dukungan mayoritas terkait penerapan WFH satu hari dalam waktu yang sama. Namun, hasil rapat tersebut masih harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden sebelum diputuskan secara resmi.

Selain WFH, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Meski begitu, detail kebijakan tersebut belum diungkap karena masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden.

Tito menambahkan, kebijakan yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut pada dasarnya sudah hampir final. Saat ini, pemerintah hanya menunggu keputusan Presiden sebelum diumumkan ke publik oleh pihak yang ditunjuk.

Ia juga menegaskan bahwa skema WFH bukan hal baru bagi aparatur pemerintah. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan sistem kerja tersebut tetap memungkinkan jalannya pemerintahan, meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah.

“Pengalaman saat pandemi menunjukkan WFH bisa berjalan, bahkan ketika porsi work from office (WFO) sangat terbatas,” ujar Tito.

Untuk pemerintah daerah, menurutnya, pola kerja serupa juga pernah diterapkan. Namun, bagi kepala daerah yang baru menjabat, akan diberikan arahan agar kebijakan ini dapat berjalan optimal.

Tito menekankan bahwa layanan publik yang bersifat esensial, seperti transportasi, layanan darurat, rumah sakit, dan kebersihan, tetap harus beroperasi normal meskipun kebijakan WFH diterapkan.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...