Rabu, April 15, 2026

Peringatan HUT ke-479, Semarang...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi...

Indonesia Perkuat Peran Global,...

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan menyampaikan posisi strategis Indonesia dalam...

Semarang Mulai Rangkaian HUT...

SEMARANG - Kota Semarang akan memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 melalui launching...

Pemkot Semarang Beri Perhatian,...

SEMARANG - Rasa syukur dan apresiasi disampaikan Yovita Haryanto, korban pembegalan di Jalan...
BerandaRegionalProgram IJOLKE 2026...

Program IJOLKE 2026 Resmi Digelar, Transaksi Warga Berpeluang Dapat Hadiah

SEMARANG – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menggulirkan program IJOLKE 2026 (Rejeki Jajan Dolan Ning Kota Semarang). Lewat program ini, warga cukup bertransaksi seperti biasa—makan, menginap, hiburan dan parkir di kota Semarang lalu upload struk untuk berkesempatan membawa pulang hadiah menarik.

Tak tanggung-tanggung, hadiah utama yang disiapkan adalah iPhone 17 Pro Max, disusul Samsung Z Flip 7 hingga puluhan smartphone lainnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, IJOLKE bukan sekadar program undian, tetapi strategi cerdas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak.

“IJOLKE mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Dari aktivitas sehari-hari seperti makan atau jalan-jalan, kita sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan kota,” ujarnya.

Program ini juga menjadi langkah konkret Pemkot Semarang dalam meningkatkan PAD. Data menunjukkan, realisasi pajak daerah Kota Semarang pada 2024 mencapai 92,28% dan 88,55% pada 2025, dengan beberapa sektor bahkan melampaui target. Namun, masih ada potensi besar yang perlu dioptimalkan, khususnya di sektor tertentu seperti parkir.

Sejak diluncurkan, capaian program IJOLKE menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi. Tercatat sebanyak 17.065 nota telah terkirim melalui sistem IJOLKE. Dan masih akan terus bertambah sampai dengan berakhirnya upload IJOLKE di tanggal 24 Mei 2026.

Data ini menunjukkan bahwa selain tingginya antusiasme masyarakat, proses verifikasi juga dilakukan untuk memastikan keabsahan jangka waktu dan nota itu sendiri.

Lewat IJOLKE, masyarakat juga berperan sebagai pengawas partisipatif. Setiap struk transaksi yang diunggah membantu pemerintah memastikan kepatuhan pajak pelaku usaha. Program ini berlangsung mulai 24 Februari hingga 24 Mei 2026, dan dapat diupload mulai tgl 1 Maret dengan transaksi minimal Rp50.000 (kecuali parkir).

Transaksi parkir juga masuk dalam IJOLKE tanpa minimal, sehingga memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong optimalisasi pajak sektor parkir. Struk cukup diunggah melalui platform resmi IJOLKE.

“Ini bukan hanya soal hadiah, tapi bagaimana kita membangun budaya sadar pajak bersama,” tegas Agustina.

Dengan konsep “Jajan sambil Berkontribusi”, IJOLKE 2026 diharapkan mampu mendorong ekonomi lokal sekaligus memperkuat transparansi dan kepatuhan pajak di Kota Semarang.

Berita Lainnya

Peringatan HUT ke-479, Semarang Utamakan Program Berdampak bagi Warga

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang melalui kegiatan Pembukaan HJKS atau Hari Jadi Kota Semarang, yang dipusatkan di Balai Kota Semarang, Selasa (14/4) pagi. Pembukaan ini dirangkai bersama sejumlah agenda,...

Indonesia Perkuat Peran Global, Prabowo Sampaikan Sikap di Pertemuan dengan Macron

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan menyampaikan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas global serta mendorong terciptanya perdamaian dunia saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa agenda pertemuan...

Semarang Mulai Rangkaian HUT ke-479, Fokus pada Kesehatan dan Layanan Warga

SEMARANG - Kota Semarang akan memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 melalui launching yang rencananya digelar pada Selasa (14/4) mendatang, dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya seremoni, pembukaan ini langsung diisi dengan berbagai program...