Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaUncategorizedIran Urungkan Aksi...

Iran Urungkan Aksi Militer Usai Ukraina Akui Serangan Tak Disengaja

Teheran – Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa militernya sempat mempersiapkan operasi serangan terhadap sejumlah sasaran di Ukraina. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah pemerintah Ukraina menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa serangan terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia terjadi secara tidak sengaja.

Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang tiga lokasi di wilayah Ukraina. Operasi tersebut disiapkan sebagai tindakan balasan atas insiden yang menimpa kapal komersial Iran pada 25 Juli 2026.

Serangan terhadap kapal tersebut dilaporkan menyebabkan seorang awak meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka-luka. Insiden itu memicu kemarahan Teheran karena dianggap telah mengancam warga negara sekaligus kepentingan nasional Iran.

Menurut Rezaei, operasi militer terhadap Ukraina tidak dilanjutkan setelah otoritas Kyiv menghubungi Teheran dan menyampaikan permintaan maaf. Ukraina juga disebut mengakui bahwa serangan tersebut bukan tindakan yang disengaja dan menegaskan tidak memiliki keinginan untuk memperbesar ketegangan dengan Iran.

Pengakuan mengenai pembatalan serangan itu disampaikan Rezaei dalam wawancara bersama televisi pemerintah Iran pada Senin, 3 Agustus 2026. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi diplomatik antara kedua negara berhasil mencegah munculnya konflik baru yang berpotensi memperluas ketegangan kawasan.

Meski rencana serangan telah dibatalkan, Iran tetap meminta Ukraina bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa permintaan maaf saja belum cukup karena insiden tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan terhadap aset Iran.

Teheran pun menuntut adanya pembayaran ganti rugi kepada pihak-pihak yang terdampak. Pemerintah Iran menilai setiap serangan terhadap warga negara, kapal, maupun kepentingan nasionalnya sebagai tindakan serius yang tidak dapat dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

Belum dijelaskan secara terperinci bentuk kompensasi yang diminta Iran ataupun perkembangan pembicaraan antara kedua negara. Namun, keputusan membatalkan operasi militer memberikan ruang bagi Teheran dan Kyiv untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur diplomasi.

Dalam wawancara yang sama, Rezaei turut menyampaikan sikap keras Iran mengenai keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia memperingatkan bahwa kapal angkatan laut yang dianggap bermusuhan dan mencoba melintasi jalur di luar ketentuan Teheran berisiko menjadi sasaran militer Iran.

Rezaei juga menyinggung konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. Ia mengeklaim serangan rudal serta pesawat nirawak Iran telah menghambat tujuan militer Washington, meskipun menurutnya Teheran tidak menyebabkan kerugian besar terhadap pasukan Amerika selama konflik tersebut.

Rangkaian pernyataan itu memperlihatkan bahwa Iran tetap mempertahankan sikap tegas terhadap ancaman keamanan nasionalnya. Pada saat yang sama, pembatalan serangan terhadap Ukraina menunjukkan bahwa jalur komunikasi dan permintaan maaf resmi masih dapat digunakan untuk mencegah eskalasi menuju konflik militer yang lebih luas.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...