Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaRegionalPramono Minta Kajian...

Pramono Minta Kajian Flyover Pejompongan, Pancasila, dan Bintaro

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji pembangunan sejumlah flyover baru sebagai upaya mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Beberapa kawasan yang dipertimbangkan menjadi lokasi prioritas antara lain Pejompongan, Pancasila, dan Bintaro.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah meninjau perkembangan pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat, Kamis, 2 Juli 2026.

Pramono mengatakan Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menyampaikan sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pembangunan jalan layang. Namun, penetapan lokasi proyek masih akan dibahas secara resmi dalam rapat bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Melalui rapat tersebut, pemerintah akan menentukan kawasan yang memiliki kebutuhan paling mendesak dan layak menjadi prioritas pembangunan.

Menurut Pramono, beberapa lokasi yang sedang dipertimbangkan meliputi kawasan Pejompongan, Pancasila, dan Bintaro. Keputusan akhir akan diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas dan tingkat kebutuhan di setiap wilayah.

Meski terdapat rencana pembangunan flyover baru, Pemprov DKI saat ini masih memusatkan perhatian pada penyelesaian Flyover Latumenten. Kawasan tersebut dinilai menjadi salah satu titik kemacetan yang membutuhkan penanganan segera.

Proyek Flyover Latumenten memiliki nilai investasi sekitar Rp259 miliar dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026.

Pembangunan jalan layang tersebut bertujuan mengatasi kemacetan yang kerap terjadi akibat perlintasan kereta api sebidang. Setelah proyek rampung, kendaraan dapat melintas melalui bagian atas flyover tanpa harus terhenti saat palang kereta ditutup.

Pemprov DKI memperkirakan keberadaan Flyover Latumenten dapat memangkas waktu perjalanan pengguna jalan hingga sekitar 15 menit. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi di kawasan Jakarta Barat.

Pemerintah akan menjadikan hasil pembangunan Flyover Latumenten sebagai bagian dari upaya memperbaiki jaringan jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Jakarta.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...