Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaEkonomiHarga Pangan Terjaga,...

Harga Pangan Terjaga, Inflasi Semarang Tidak Melonjak Saat Lebaran

SEMARANG – Tekanan musiman akibat lonjakan permintaan jelang dan saat Idul Fitri 2026 tidak lantas membuat inflasi di Kota Semarang membubung tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat, inflasi bulanan (month-to-month) pada Maret 2026 hanya 0,37 persen, sebuah angka yang masih dalam batas terkendali.

Tren Inflasi Tahunan Mulai Melandai

Berdasarkan rilis resmi BPS Kota Semarang, inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2026) tercatat sebesar 0,80 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada di angka 3,57 persen. Yang menarik, angka ini menurun cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat mencapai 4,65 persen.

Penurunan ini mengindikasikan bahwa tekanan harga mulai mereda, meskipun masyarakat masih merasakan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Penjelasan BPS: Ada Efek Low Base dari Diskon Listrik

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, mengungkapkan bahwa tingginya inflasi yoy pada periode Februari 2026 lebih dipengaruhi oleh faktor low base effect atau efek basis rendah. Kondisi ini terjadi karena adanya kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang diberlakukan pemerintah pada Februari 2025.

“Pada bulan sebelumnya inflasi year on year di Kota Semarang tercatat sebesar 4,65 persen. Hal itu utamanya dipengaruhi oleh low base effect karena adanya diskon tarif listrik pada awal 2025,” ujarnya, Sabtu (4/4).

Ia menambahkan, dampak kebijakan tersebut masih membayangi dinamika inflasi hingga Maret 2026, baik secara bulanan maupun tahunan. Artinya, secara fundamental, tekanan harga riil di masyarakat tidak setinggi yang tergambar pada angka tahunan sebelumnya.

Harga Pangan Terjaga, Pemkot Lakukan Intervensi

Dari sisi pangan, kondisi di lapangan relatif lebih menggembirakan. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang, M. Luthfi Eko Nugroho, menyebutkan bahwa ketersediaan barang tetap terjamin, dan harga-harga masih dalam jangkauan masyarakat.

“Alhamdulillah di sektor pangan, ketersediaan barang bisa dipastikan dan harganya masih terjangkau oleh masyarakat. Naik memang ada, tetapi tidak sampai pada level yang tidak bisa dijangkau,” katanya.

Pemerintah Kota Semarang tidak tinggal diam. Pemantauan dan intervensi terhadap komoditas penyumbang inflasi, terutama bahan pangan, terus digencarkan. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) pun diperkuat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli warga.

Dampak dan Stabilitas Makro

Dengan capaian ini, inflasi Kota Semarang dinilai masih berada dalam koridor aman. Kondisi ini sekaligus menjadi cermin bahwa strategi pengendalian harga yang dijalankan pemerintah daerah—termasuk operasi pasar dan kerja sama dengan bulog—terbukti cukup efektif menghadapi goncangan musiman seperti Idul Fitri.

Bagi masyarakat, kabar ini memberikan sedikit ruang napas. Meski ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti daging ayam dan cabai, gejolaknya tidak berkepanjangan. Stabilitas ini diharapkan terus berlanjut pasca-Idul Fitri, seiring dengan normalisasi permintaan dan distribusi yang kembali lancar.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...