Selasa, Juni 2, 2026

Waduh! Rupiah Loyo Dekati...

Jakarta — Setelah libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa...

Agustina Wilujeng: Anak-Anak Yatim...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim dengan...

Beban Berat Hilir: Pemkot...

GROBOGAN – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan fenomena rob...

Arus Modal Asing dan...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan. Berdasarkan data Investasi,...
BerandaNasionalHadapi Potensi Bencana,...

Hadapi Potensi Bencana, TNI Siapkan Pasukan Reaksi Cepat di Seluruh Kodam

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa penerapan status siaga 1 di sejumlah satuan TNI merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan rutin, khususnya bagi pasukan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB).

Penjelasan tersebut disampaikan Agus usai menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam. Ia mengatakan bahwa setiap Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki satu batalion yang disiapkan dalam kondisi siaga untuk merespons kemungkinan terjadinya bencana alam di wilayah masing-masing.

Menurut Agus, penetapan status siaga tersebut merupakan mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan. Dengan langkah ini, TNI dapat mengukur tingkat kesiapsiagaan pasukan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan situasi darurat, khususnya bencana.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sesuatu yang luar biasa karena memang merupakan bagian dari prosedur yang dilakukan secara berkala. Melalui status siaga tersebut, TNI melakukan pengecekan terhadap kesiapan prajurit dan kelengkapan material yang dimiliki.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kaitan status siaga itu dengan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, Agus tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan hanya menegaskan bahwa kondisi siaga tersebut merupakan hal yang biasa dalam konteks kesiapsiagaan militer.

Selain itu, Panglima TNI juga menanggapi konvoi kendaraan taktis yang sempat terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi untuk menguji kecepatan mobilisasi pasukan.

Melalui simulasi tersebut, TNI menghitung waktu yang dibutuhkan satuan dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta untuk bergerak menuju titik tertentu jika terjadi keadaan darurat. Dengan perhitungan itu, respons pasukan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.

Di samping kesiapan menghadapi bencana, TNI juga menyiagakan personel untuk membantu kepolisian dalam menjaga keamanan menjelang masa cuti bersama dan arus mudik Idul Fitri.

Agus menambahkan bahwa status siaga tersebut tidak memiliki batas waktu tertentu. Setelah proses pengecekan kesiapsiagaan personel dan peralatan selesai dilakukan, satuan yang terlibat dapat kembali menjalankan tugas seperti biasa di kesatuan masing-masing.

Sementara itu, dalam keterangan resmi TNI disebutkan bahwa apel gelar kekuatan yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, bertujuan mengecek kesiapan prajurit serta alutsista dalam menghadapi perkembangan situasi stabilitas nasional.

Apel yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Agus Subiyanto tersebut melibatkan berbagai unsur dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Sejumlah kendaraan taktis dan perlengkapan pendukung operasi juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI bersama para kepala staf angkatan melakukan pemeriksaan langsung terhadap pasukan dan material yang disiagakan guna memastikan seluruh unsur berada dalam kondisi siap digunakan apabila dibutuhkan.

Berita Lainnya

Waduh! Rupiah Loyo Dekati Rp18.000 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Ini Penyebabnya

Jakarta — Setelah libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6) pagi. Mata uang Indonesia terkoreksi sebesar 0,42 persen atau turun 74 poin, sehingga posisinya kini berada di level Rp17.879 per dolar AS. Kondisi pasar di Asia...

Agustina Wilujeng: Anak-Anak Yatim Adalah Keluarga Besar Kota Semarang yang Harus Dijaga dan Disayangi

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim dengan mengajak 96 anak dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh menonton bersama film Children of Heaven. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keceriaan tersebut menjadi bagian dari...

Beban Berat Hilir: Pemkot Semarang Ungkap Alasan Kawasan Genuk dan Muktiharjo Kerap Terendam Banjir

GROBOGAN – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan fenomena rob tidak bisa diselesaikan secara sepihak oleh satu wilayah saja. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat menghadiri acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa...