Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaKesehatanDukung Layanan Medis,...

Dukung Layanan Medis, PMI Banyumas Pastikan Stok Darah Tetap Stabil

Banyumas – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus mengintensifkan kegiatan donor darah guna memastikan ketersediaan stok tetap aman sepanjang bulan Ramadhan sampai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyumas, dr Winda Astuti, menyampaikan bahwa saat ini persediaan darah mencapai 2.015 kantong, yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan sekitar 10 hari ke depan. Ia memastikan pihaknya akan terus mengoptimalkan pengambilan darah secara rutin agar stok tetap stabil hingga Lebaran.

Selama bulan suci, PMI Banyumas tetap menyelenggarakan kegiatan donor setiap hari di empat titik berbeda. Namun, sebagian besar pelaksanaan dilakukan pada malam hari untuk menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya terjadi penurunan jumlah pendonor karena banyak warga yang melakukan perjalanan mudik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penguatan stok telah dilakukan sejak awal Ramadhan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong partisipasi masyarakat, PMI Banyumas memberikan bingkisan berupa satu liter minyak goreng dan satu kilogram gula pasir bagi para pendonor selama Ramadhan.

Selain itu, edukasi mengenai donor darah juga digencarkan melalui media sosial, termasuk penjelasan dari sisi medis dan pandangan keagamaan. PMI Banyumas bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia guna memberikan pemahaman bahwa donor darah tetap aman dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan ibadah.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Assaduddin, menyebutkan kebutuhan darah di wilayah tersebut rata-rata mencapai sekitar 210 kantong per hari. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap berbagi kebaikan selama Ramadhan, termasuk melalui donor darah.

Ia menegaskan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa dan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing, baik pada pagi hari, menjelang berbuka, maupun setelah salat tarawih.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...