Selasa, Juni 2, 2026

Waduh! Rupiah Loyo Dekati...

Jakarta — Setelah libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa...

Agustina Wilujeng: Anak-Anak Yatim...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim dengan...

Beban Berat Hilir: Pemkot...

GROBOGAN – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan fenomena rob...

Arus Modal Asing dan...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan. Berdasarkan data Investasi,...
BerandaKesehatanDukung Layanan Medis,...

Dukung Layanan Medis, PMI Banyumas Pastikan Stok Darah Tetap Stabil

Banyumas – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus mengintensifkan kegiatan donor darah guna memastikan ketersediaan stok tetap aman sepanjang bulan Ramadhan sampai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyumas, dr Winda Astuti, menyampaikan bahwa saat ini persediaan darah mencapai 2.015 kantong, yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan sekitar 10 hari ke depan. Ia memastikan pihaknya akan terus mengoptimalkan pengambilan darah secara rutin agar stok tetap stabil hingga Lebaran.

Selama bulan suci, PMI Banyumas tetap menyelenggarakan kegiatan donor setiap hari di empat titik berbeda. Namun, sebagian besar pelaksanaan dilakukan pada malam hari untuk menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya terjadi penurunan jumlah pendonor karena banyak warga yang melakukan perjalanan mudik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, penguatan stok telah dilakukan sejak awal Ramadhan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong partisipasi masyarakat, PMI Banyumas memberikan bingkisan berupa satu liter minyak goreng dan satu kilogram gula pasir bagi para pendonor selama Ramadhan.

Selain itu, edukasi mengenai donor darah juga digencarkan melalui media sosial, termasuk penjelasan dari sisi medis dan pandangan keagamaan. PMI Banyumas bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia guna memberikan pemahaman bahwa donor darah tetap aman dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan ibadah.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Assaduddin, menyebutkan kebutuhan darah di wilayah tersebut rata-rata mencapai sekitar 210 kantong per hari. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap berbagi kebaikan selama Ramadhan, termasuk melalui donor darah.

Ia menegaskan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa dan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing, baik pada pagi hari, menjelang berbuka, maupun setelah salat tarawih.

Berita Lainnya

Waduh! Rupiah Loyo Dekati Rp18.000 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Ini Penyebabnya

Jakarta — Setelah libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6) pagi. Mata uang Indonesia terkoreksi sebesar 0,42 persen atau turun 74 poin, sehingga posisinya kini berada di level Rp17.879 per dolar AS. Kondisi pasar di Asia...

Agustina Wilujeng: Anak-Anak Yatim Adalah Keluarga Besar Kota Semarang yang Harus Dijaga dan Disayangi

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim dengan mengajak 96 anak dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh menonton bersama film Children of Heaven. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keceriaan tersebut menjadi bagian dari...

Beban Berat Hilir: Pemkot Semarang Ungkap Alasan Kawasan Genuk dan Muktiharjo Kerap Terendam Banjir

GROBOGAN – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan fenomena rob tidak bisa diselesaikan secara sepihak oleh satu wilayah saja. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, saat menghadiri acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa...