Kamis, Maret 26, 2026

WFH Sehari Kembali Diwacanakan,...

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk...

Potongan Tarif Tol Kembali...

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026....

Usai Torehkan Sejarah di...

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri...

Agustina Pastikan Kesiapan Posko...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan...
BerandaRegionalDugderan 2026 Tak...

Dugderan 2026 Tak Sekadar Tradisi, Jadi Ajang Persatuan dan Pergerakan UMKM

SEMARANG – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 akan kembali hadir. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Festival Pasar Rakyat Dugderan tampil dengan wajah baru. Berlangsung mulai 7 hingga 16 Februari 2026, tradisi penyambutan Ramadan tahun ini bakal menjadi pesta rakyat yang menyatukan berbagai keberagaman melalui tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”.

“Kita mengenal Dugderan sebagai tradisi, warisan budaya, tetapi tahun ini, kami ingin Dugderan menjadi panggung inklusivitas yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bagaimana berbagai suku dan lintas usia menyatu dalam satu kesatuan pawai. Inilah identitas Kota Semarang yang terus kita banggakan sebagai rumah bagi harmoni,” ujar wali kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Kehadiran atraksi Rampak Bedug serta dentuman Drumband dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menjadi daya tarik utama. Wali Kota menjelaskan bahwa inovasi ini dihadirkan untuk memberikan energi baru pada karnaval rakyat yang kini lebih banyak melibatkan komunitas seni lokal.

“Tahun ini, kami juga memberikan sentuhan seni budaya yang lebih kaya dan melibatkan penampil dari berbagai komunitas seni di Kota Semarang. Kehadiran Rampak Bedug dan Drumband PIP juga memberikan nuansa megah yang menyatukan semangat muda dan tua dalam menyambut bulan suci,” lanjutnya.

Guna menghidupkan ekonomi kerakyatan, kawasan Alun-alun hingga koridor Semarang Utara ditata dengan zonasi yang lebih rapi. Sepanjang Jalan Ki Narto Sabdo juga bertransformasi menjadi area bazar UMKM, sementara sisi Alun-alun Masjid Agung Semarang hingga Jalan Agus Salim dipadati dengan wahana permainan serta panggung hiburan rakyat yang menyuguhkan kesenian lokal hingga dangdut jadoel “Om Lorenza”.

Agustina berharap Dugderan dapat menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha kecil. “Saya mengajak seluruh warga untuk datang dan merayakannya dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan saling menghormati. Pesan saya, tetap jaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama perayaan. Semoga semangat Dugderan memperkuat persaudaraan, menumbuhkan toleransi, serta membawa berkah bagi masyarakat dan Kota Semarang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, demi mendukung kelancaran acara, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menerapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Masyarakat diimbau mematuhi rambu petugas dan memanfaatkan sejumlah titik parkir resmi yang telah disiapkan di Gedung Parkir Masjid Agung Kauman, Parkir Basement SCJ Matahari, Basement Alun-alun Pasar Johar, serta sepanjang Jalan Alun-alun Timur.

Berita Lainnya

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

SEMARANG – Kota Semarang dinilai telah mencapai level kematangan sosial ketika keberagaman menjadi nadi kehidupan yang memastikan seluruh warga dapat tumbuh dan sejahtera bersama. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek...

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 6 Kilometer

SEMARANG — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (14/2) pagi. Letusan tersebut memicu awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai enam kilometer dari puncak kawah. Petugas Pos Pengamatan Gunung...

Dugderan 2026 Ditargetkan Jadi Magnet Wisata Budaya Nasional dan Internasional

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2) mendatang. Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” karnaval tahun ini menjadi sangat istimewa karena berdekatan...