Kamis, Maret 26, 2026

Potongan Tarif Tol Kembali...

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026....

Usai Torehkan Sejarah di...

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri...

Agustina Pastikan Kesiapan Posko...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan...

Pemkot Semarang Undang Warga...

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersiap menyambut hari kemenangan dengan menggelar...
BerandaNasionalWFH Sehari Kembali...

WFH Sehari Kembali Diwacanakan, Pemerintah Klaim Sudah Siap Jalankan

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tinggal menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut mayoritas kementerian dan lembaga telah menyatakan persetujuan terhadap skema tersebut. Kesepakatan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut Tito, pembahasan sudah mengarah pada dukungan mayoritas terkait penerapan WFH satu hari dalam waktu yang sama. Namun, hasil rapat tersebut masih harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden sebelum diputuskan secara resmi.

Selain WFH, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Meski begitu, detail kebijakan tersebut belum diungkap karena masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden.

Tito menambahkan, kebijakan yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut pada dasarnya sudah hampir final. Saat ini, pemerintah hanya menunggu keputusan Presiden sebelum diumumkan ke publik oleh pihak yang ditunjuk.

Ia juga menegaskan bahwa skema WFH bukan hal baru bagi aparatur pemerintah. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan sistem kerja tersebut tetap memungkinkan jalannya pemerintahan, meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah.

“Pengalaman saat pandemi menunjukkan WFH bisa berjalan, bahkan ketika porsi work from office (WFO) sangat terbatas,” ujar Tito.

Untuk pemerintah daerah, menurutnya, pola kerja serupa juga pernah diterapkan. Namun, bagi kepala daerah yang baru menjabat, akan diberikan arahan agar kebijakan ini dapat berjalan optimal.

Tito menekankan bahwa layanan publik yang bersifat esensial, seperti transportasi, layanan darurat, rumah sakit, dan kebersihan, tetap harus beroperasi normal meskipun kebijakan WFH diterapkan.

Berita Lainnya

Potongan Tarif Tol Kembali Hadir, Berlaku 26–27 Maret di Sejumlah Ruas

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026. Potongan tarif yang diberikan cukup signifikan, rata-rata sekitar 30 persen, bahkan pada beberapa ruas mencapai lebih tinggi. Kebijakan ini diterapkan selama empat hari pada sejumlah ruas tol...

Usai Torehkan Sejarah di Brasil, Veda Ega Siap Lanjutkan Tren Positif

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri ketiga Moto3 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Meski akan tampil di lintasan baru, ia tetap percaya diri mampu bersaing di papan atas. Balapan Moto3 Amerika...

Agustina Pastikan Kesiapan Posko Mudik, Pemkot Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah posko pelayanan mudik guna memastikan kesiapan dan keamanan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, arus kedatangan pemudik melalui...