Sabtu, Maret 28, 2026

21 Ribu Kendaraan Melintas,...

Subang — Volume kendaraan arus balik Lebaran yang melintasi Tol Cipali terus mengalami...

Libur Lebaran, Kota Lama...

Jadi yang Tertinggi di Jateng Selama Libur Lebaran 2026 SEMARANG – Kawasan Kota Lama...

Dampak Konflik Global, Pemerintah...

Jakarta — Pemerintah terus mencari langkah strategis untuk menghadapi dampak krisis bahan bakar...

WFH Sehari Kembali Diwacanakan,...

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk...
BerandaPendidikanWali Kota Semarang...

Wali Kota Semarang Bagikan Ilmu Kepemimpinan Visioner di Hadapan Mahasiswa

SEMARANG — Kepemimpinan sejati bukan hanya soal kekuasaan, tetapi visi, integritas, dan kemampuan mengelola konflik. Pesan itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Kepemimpinan dan Literasi 2025 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah di Radjawali Semarang Culture Center, Jumat (3/10).

Di depan 250 peserta, Agustina menegaskan seorang pemimpin harus fokus pada tujuan, berani menghadapi tantangan, dan mampu menjaga kepercayaan publik.

Menurutnya, pemimpin yang bisa mengelola konflik dengan baik berarti sudah menyelesaikan setengah tugas kepemimpinannya.

Ia mencontohkan program dana operasional Rp25 juta per RT sebagai kebijakan strategis untuk memperkuat solidaritas warga sekaligus mendorong tata kelola lingkungan berbasis partisipasi.

“Mindset rembug warga ini penting agar konflik bisa diselesaikan dari akar rumput,” katanya.

Agustina juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus melindungi rakyatnya, tidak hanya mendengarkan.

Keamanan Kota Semarang, menurutnya, terjaga bukan karena pemerintah hebat, tetapi karena adanya rasa saling percaya antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa UNNES, Muhammad Eka, meminta tips agar pemimpin bisa menyeimbangkan visi dengan harapan anggota.

Agustina menjawab bahwa integritas adalah kunci. Visi misi adalah janji yang harus ditepati, namun harus dikelola dengan prinsip demokratis.

Ia bahkan mengutip Bung Karno: “teguh dalam prinsip, luwes dalam pergaulan.”

Sebagai Bunda Literasi Semarang, Agustina menutup seminar dengan pesan pentingnya membaca.

“Membaca membuka wawasan pemimpin, menambah empati, dan memperkaya pengalaman batin,” ungkapnya.

Agustina mengaku gemar membaca novel fiksi sejarah yang sarat nilai kepemimpinan.

Pesan ini mendapat tepuk tangan meriah dari peserta yang menilai literasi adalah fondasi seorang pemimpin.

Reporter: Raffa Danish

Berita Lainnya

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Respon Cepat Banjir: Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum Bantu Warga Terdampak Penuhi Kebutuhan Pangan

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat mendirikan posko dapur umum di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Pedurungan, dan Kecamatan Genuk, sebagai respons terhadap banjir yang melanda wilayah tersebut. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan langkah ini...

Tinjau Korban Rumah Roboh, Wali kota Agustina Pastikan Pendidikan Anak Terjamin

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi kediaman almarhumah Mega Gita Safitri korban rumah roboh di Jalan Pedamaran, Gang Buntu No. 10 RT 04 RW 05, Kauman Semarang Tengah, pada Jumat (31/10). Sebelumnya, Mega merupakan korban meninggal akibat...