Kamis, Januari 29, 2026

Prioritaskan Ruas Mendesak, DPU...

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai...

Agustina Resmikan Pasar Ikan...

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meresmikan Pasar Ikan Rejomulyo di Kecamatan...

Dukung Mobilitas Warga, Jembatan...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah...

Pendapatan dan Belanja Daerah...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang...
BerandaBusinessPelajar Semarang Didorong...

Pelajar Semarang Didorong Kembangkan Produk Kreatif Berbasis Jelantah, Pemkot Siap Perluas Program

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menunjukkan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lingkungan melalui pelatihan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah. Kegiatan yang berlangsung di Pasar Johar, Kamis (20/11) ini melibatkan siswa-siswi SMP dan dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Pelatihan tersebut digelar oleh LKP Johar Selatan Baru sebagai langkah mendorong inovasi pelajar dalam memanfaatkan limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Produk lilin aromaterapi dari jelantah diperkenalkan sebagai contoh usaha kreatif yang berpotensi dikembangkan.

Dalam sambutannya, Iswar menyampaikan bahwa minyak jelantah memiliki risiko merusak lingkungan jika tidak dikelola. Melalui pelatihan ini, siswa didorong memahami bahwa limbah juga dapat menjadi peluang bisnis.

Ia menilai bahwa pelajar harus diperkenalkan pada keterampilan praktis yang bisa membuka peluang usaha. Menurutnya, proses pengolahan lilin aromaterapi menjadi contoh sederhana bagaimana siswa dapat menciptakan produk dengan nilai jual.

Ketua Paguyuban LKP Johar Selatan Baru, Aik Solikati, menjelaskan bahwa pelatihan berbasis daur ulang ini merupakan bagian dari strategi membangun jiwa kewirausahaan sejak usia sekolah. Ia menyebut ekonomi kreatif berbasis lingkungan tengah berkembang di berbagai kota.

Pelajar yang mampu memanfaatkan limbah secara kreatif dinilai memiliki potensi besar menghadapi peluang kewirausahaan masa depan. Selain itu, pelatihan ini juga membekali mereka dengan pemahaman mengenai keberlanjutan lingkungan.

Iswar juga mengapresiasi pemilihan lokasi Pasar Johar sebagai tempat pelatihan. Ia menyatakan bahwa pasar bersejarah tersebut memiliki kedekatan emosional dengan warga dan dapat menjadi tempat belajar lintas konteks.

Menurut Iswar, kegiatan di pasar memberikan suasana edukatif yang lebih hidup. Pelajar dapat memahami dinamika perdagangan sambil belajar keterampilan kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota juga mengingatkan para siswa untuk menjaga karakter dan menjauhi kenakalan remaja. Ia menegaskan bahwa perilaku negatif dapat merusak peluang masa depan.

Ia mengaitkan hal ini dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda harus mempersiapkan diri dengan keterampilan dan etika yang kuat agar mampu mengambil peran ketika Indonesia memasuki masa keemasan.

Iswar menyebut bahwa pelajar hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, ia meminta mereka menjaga lingkungan, menghargai nilai sejarah, dan membangun kebiasaan positif setiap hari.

Pemkot Semarang berencana memperluas kerja sama dengan LKP, sekolah, dan komunitas untuk menghadirkan lebih banyak pelatihan berbasis kreativitas dan lingkungan. Program semacam ini dinilai selaras dengan kebutuhan kota untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

Berita Lainnya

IMI Jateng Perketat Standar Keselamatan Balap seiring Pesatnya Pertumbuhan Event Otomotif

SEMARANG – Pertumbuhan pesat dunia otomotif di Jawa Tengah mendapat perhatian serius dari Pengprov IMI Jateng. Ketua IMI Jateng, Frits Yohanes, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan event. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan otomotif kembali menggeliat...

Wacana Enam Hari Sekolah Dinilai Bisa Perkuat Aktivitas Sore, Pemkot Semarang Minta Perencanaan Matang

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melihat wacana enam hari sekolah bukan hanya sebagai perubahan ritme belajar, tetapi juga peluang memperkuat aktivitas pembinaan karakter di luar jam pelajaran. Ia menilai bahwa anak-anak membutuhkan kegiatan positif pada sore hari...

KKMP Jadi Mesin Distribusi Modern, Pemkot Semarang Dorong Sistem Pangan Digital

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menargetkan pembangunan 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai pusat distribusi pangan modern di kota ini. Program tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam era transformasi digital sektor pangan tahun 2025–2026. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng,...