Kamis, Maret 26, 2026

WFH Sehari Kembali Diwacanakan,...

Jakarta — Rencana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk...

Potongan Tarif Tol Kembali...

Jakarta — Diskon tarif tol kembali diberlakukan pada periode arus balik Lebaran 2026....

Usai Torehkan Sejarah di...

Jakarta — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan optimisme tinggi jelang seri...

Agustina Pastikan Kesiapan Posko...

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda Rabu (18/3) melakukan...
BerandaUncategorizedLubang Besar di...

Lubang Besar di Aceh Tengah Kian Melebar, Dipicu Hujan dan Tanah Labil

ACEH TENGAH — Fenomena lubang berukuran besar yang muncul di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Hingga Selasa (10/2/2026), diameter lubang dilaporkan semakin bertambah akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan terus mengalami runtuhan ke bagian dalam.

Curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir diduga mempercepat proses pelebaran. Pergerakan tanah yang masih aktif mendorong pemerintah daerah menetapkan kawasan itu sebagai zona merah.

Sebagai langkah antisipasi, area di sekitar lubang telah dipasangi pembatas untuk mencegah warga mendekat. Kebijakan tersebut diambil guna menghindari risiko kecelakaan, mengingat banyak masyarakat yang datang untuk menyaksikan langsung fenomena alam tersebut.

Penanganan kejadian ini kini berada di bawah koordinasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menteri PU, Dody Hanggodo, sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan langkah penanganan berjalan sesuai prosedur.

Saat ini, tim teknis dari Kementerian PU tengah melakukan pengkajian menyeluruh dengan melibatkan akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Kajian tersebut difokuskan pada analisis kondisi geologi dan stabilitas tanah sebelum tindakan konstruksi dilakukan, mengingat struktur tanah masih mengalami dinamika.

Dari hasil observasi awal, terdapat dugaan adanya rongga di bawah permukaan tanah. Air sungai di sekitar lokasi diperkirakan meresap ke dalam lapisan tanah dan mengalir ke ruang kosong tersebut. Kondisi ini menyebabkan tanah di bagian atas menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukung, sehingga memicu runtuhan yang terjadi berulang kali.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah penanganan akan dilakukan secara komprehensif setelah hasil kajian teknis rampung, guna memastikan keamanan warga serta mencegah dampak yang lebih luas.

Berita Lainnya

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

SEMARANG – Kota Semarang dinilai telah mencapai level kematangan sosial ketika keberagaman menjadi nadi kehidupan yang memastikan seluruh warga dapat tumbuh dan sejahtera bersama. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek...

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 6 Kilometer

SEMARANG — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (14/2) pagi. Letusan tersebut memicu awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai enam kilometer dari puncak kawah. Petugas Pos Pengamatan Gunung...

Dugderan 2026 Ditargetkan Jadi Magnet Wisata Budaya Nasional dan Internasional

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan tradisi tahunan Dugderan 2026 akan hadir dengan skala yang lebih megah pada Senin (16/2) mendatang. Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” karnaval tahun ini menjadi sangat istimewa karena berdekatan...