Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaBudayaFestival Budaya Dinilai...

Festival Budaya Dinilai Penting untuk Menjaga Kreativitas dan Regenerasi Seniman

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berencana memperbanyak penyelenggaraan festival seni dan budaya di Kota Semarang pada tahun 2027. Hal itu menurut wali kota merupakan strategi guna memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Agustina menegaskan bahwa festival menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya. Menurutnya, ruang pertemuan yang rutin bagi para pelaku seni akan mendorong lahirnya kreativitas, regenerasi, dan peningkatan kualitas karya budaya.

“Saya minta dibuat festival tari dan budaya di Kota Semarang. Dan saya harap ini festival yang terus-menerus dilakukan terhadap semua ikon budaya yang ada di Kota Semarang. Tanpa festival seni budaya tidak akan maju,” kata Agustina, Minggu (21/6) saat menghadiri gelar seni dan budaya Kota Semarang di TMII, Jakarta.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang akan menjadikan pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi sebagai tema pembangunan tahun 2027. Dalam kerangka tersebut, berbagai festival budaya akan diperkuat dan digelar secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Agustina mengatakan, teori pengembangan seni dan budaya menunjukkan bahwa festival mampu mempertemukan para pelaku seni untuk berkompetisi secara sehat sekaligus saling belajar. Karena itu, festival harus menjadi agenda yang konsisten agar kualitas seni budaya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga menegaskan bahwa Kota Semarang merupakan kota yang tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya dan telah lama menjadikan toleransi sebagai kekuatan utama pembangunan. Melalui pertunjukan Harmoni Semarang, Pemkot Semarang memperkenalkan perjalanan sejarah kota, mulai dari dolanan bocah, semangat Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol persatuan warga lintas agama dan etnis.

Ia berharap semakin banyak panggung budaya yang digelar di Kota Semarang sehingga karya para seniman, pelajar, dan komunitas budaya dapat terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata.

Agustina menambahkan, rangkaian agenda budaya akan terus diperkuat, termasuk berbagai kegiatan dalam Festival Kota Lama pada September mendatang yang akan menampilkan pertunjukan seni, kuliner khas, jelajah sejarah, hingga berbagai atraksi budaya khas Semarang. Dengan langkah tersebut, Pemkot Semarang menargetkan seni dan budaya menjadi salah satu penggerak utama pariwisata dan ekonomi kota pada tahun-tahun mendatang.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...