Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaBudayaAgustina Wilujeng Dorong...

Agustina Wilujeng Dorong Kirab KH Sholeh Darat Jadi Media Edukasi Budaya

SEMARANG – Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan komitmennya untuk terus melangsungkan tradisi kirab budaya KH Sholeh Darat selama masa kepemimpinannya bersama wakil wali kota, Iswar Aminuddin. Hal tersebut disampaikan Agustina saat memberikan sambutan pada Kirab Budaya KH Sholeh Darat di Lapangan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Minggu (19/4).

Tahun ini, kirab budaya tersebut memasuki pelaksanaan yang ke dua kalinya, dan ditegaskan Agustina jika tradisi tersebut akan menjadi agenda berkelanjutan.

Menurut wali kota, kirab budaya KH Sholeh Darat merupakan bagian dari upaya merawat warisan sejarah sekaligus meneguhkan identitas budaya masyarakat.

“Ini adalah kirab yang ke dua, dan akan terus kita laksanakan selama saya memimpin Kota Semarang. Ini bukan agenda sesaat, tetapi bagian dari ikhtiar merawat nilai dan sejarah,” tegasnya.

Kirab ini menjadi ruang aktualisasi budaya yang hidup di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan kembali keteladanan perjuangan KH Sholeh Darat sebagai ulama besar yang memiliki peran penting dalam penguatan nilai keislaman dan kebangsaan di tanah Jawa.

Lebih jauh, Agustina menekankan bahwa kirab budaya memiliki makna strategis sebagai bentuk pendidikan di luar sekolah. Nilai-nilai yang ditampilkan dalam kirab tidak hanya dilihat sebagai atraksi, tetapi sebagai sarana pembelajaran yang membentuk karakter masyarakat.

“Kirab budaya adalah pendidikan luar sekolah tentang budaya. Ini selaras dengan amanat dalam Lagu Indonesia Raya—bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Pembangunan jiwa itu harus berjalan beriringan, dan semangat itu kita temukan dalam perjuangan KH Sholeh Darat,” lanjutnya.

Menurut Agustina, pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan jiwa masyarakat. Kirab budaya KH Sholeh Darat menjadi simbol bagaimana nilai spiritual, sejarah, dan budaya dapat dihadirkan kembali sebagai fondasi pembangunan yang utuh.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang ingin memastikan bahwa generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Kirab budaya menjadi medium yang efektif untuk mengenalkan sejarah lokal secara kontekstual, menarik, dan mudah diterima oleh masyarakat luas.

Dengan konsistensi pelaksanaan kirab budaya KH Sholeh Darat setiap tahun, Kota Semarang menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya bergerak maju secara fisik, tetapi juga kokoh dalam menjaga jati diri, nilai, dan warisan leluhur.

Selain mendukung kegiatan kirab budaya ini, Pemkot Semarang juga terus mengawal usulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...