Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaRegionalSemarang Dukung Sensus...

Semarang Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Wali kota Agustina Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat untuk Hadirkan Program yang Lebih Tepat bagi Masyarakat

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah penting guna memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan ekonomi benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Kota Semarang, Kamis (18/6).

Agustina menegaskan bahwa manfaat terbesar dari Sensus Ekonomi adalah tersedianya data yang akurat untuk membantu pemerintah menghadirkan program yang lebih tepat sasaran, mulai dari penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan warga.

“Ketika data ekonomi masyarakat tercatat dengan baik, pemerintah bisa melihat kebutuhan yang sesungguhnya di lapangan. Dengan begitu, program bantuan usaha, pelatihan, akses permodalan, hingga penciptaan peluang kerja dapat diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan,” ujar Agustina.

Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali ini akan mendata seluruh aktivitas usaha di Indonesia, mulai dari usaha rumahan, pedagang kecil, UMKM, hingga perusahaan besar. Pendataan tersebut akan menghasilkan gambaran nyata mengenai kondisi perekonomian masyarakat, sektor usaha yang berkembang, serta potensi ekonomi yang masih perlu didorong.

Bagi masyarakat Kota Semarang, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih responsif. Pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan usahanya, investor dapat melihat potensi ekonomi daerah dengan lebih jelas, sementara pemerintah memiliki pijakan yang kuat untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata.

“Setiap data yang diberikan masyarakat akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan warga. Karena itu, semakin lengkap data yang diperoleh, semakin tepat pula program yang bisa disiapkan pemerintah,” jelasnya.

Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki peran strategis dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi. Data yang dihasilkan dari Kota Semarang tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi tingkat provinsi maupun nasional.

Agustina menambahkan, Sensus Ekonomi juga menjadi peluang untuk memastikan keberadaan usaha-usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dapat terpetakan dengan lebih baik. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menyusun program pemberdayaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang siap bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Kolaborasi ini penting agar seluruh pelaku usaha memahami bahwa partisipasi mereka akan memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di masa depan.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang diberikan hari ini akan membantu pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih tepat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegas Agustina.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengenai keamanan informasi yang disampaikan. Seluruh data yang dikumpulkan oleh BPS dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Semarang berharap tersedianya data ekonomi yang semakin berkualitas sehingga pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran, kesempatan usaha dan kerja semakin terbuka, serta kesejahteraan masyarakat Kota Semarang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...