Sabtu, September 26, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaRegionalPemkot Imbau Warga...

Pemkot Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Usai Puting Beliung di Gisikdrono

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau langsung rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di RT 07 RW 12, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, pada Rabu (25/2).

Kerusakan rumah warga tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Semarang Barat pada sore hingga malam hari. Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan bagian atap rumah warga rusak, hingga sebagian material bangunan roboh.

Dalam tinjauannya, Agustina menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga dan aparatur wilayah.

“Kami menerima laporan adanya rumah warga di Gisikdrono yang terdampak angin kencang disertai hujan deras. Malam itu juga jajaran kecamatan, kelurahan, BPBD, serta dinas terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, kerusakan meliputi atap rumah terlepas, kerusakan struktur ringan hingga sedang, serta perlunya perbaikan pada bagian bangunan yang terdampak langsung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Langkah cepat yang telah diambil Pemkot Semarang antara lain pendataan kerusakan, penyaluran bantuan logistik darurat, serta distribusi terpal untuk melindungi bagian rumah yang rusak dari hujan susulan.

“Kami pastikan warga yang terdampak akan mendapat bantuan sesuai ketentuan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah,” tegas Agustina.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diminta memastikan kondisi atap rumah aman, memangkas dahan pohon rawan tumbang, serta segera melapor ke perangkat wilayah jika menemukan potensi bahaya.

“Kita tidak bisa menghindari cuaca ekstrem, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” pungkasnya.

Dengan respons cepat di lapangan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memastikan keselamatan warga sekaligus memperkuat ketahanan kota terhadap risiko bencana hidrometeorologi.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...