Minggu, September 27, 2026

BGN Investigasi Keracunan MBG...

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi...

Tabrak Lari Berujung Maut,...

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026)...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu...

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias...

Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah...

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan...
BerandaOlahragaRibuan Pelari Ditargetkan...

Ribuan Pelari Ditargetkan Ikuti Semarang 10K 2026

SEMARANG – Ajang lari tahunan Semarang 10K pada tahun 2026 akan hadir dengan skala yang lebih besar. Tahun ini, event tersebut menjadi bagian dari The Ultimate 10K Series, sebuah rangkaian lomba lari yang menghubungkan empat kota besar di Indonesia: Kota Bandung, Kota Surabaya, Kota Tangerang, dan Kota Semarang.

Peluncuran rangkaian event tersebut digelar di Jakarta, Selasa (10/3), menandai kolaborasi lintas kota dalam pengembangan sport tourism di Indonesia. Dalam seri ini, lomba akan dimulai di Kota Bandung pada 17 Mei 2026, dilanjutkan ke Kota Surabaya dan Kota Tangerang, kemudian ditutup di Kota Semarang pada 13 Desember 2026.

Secara keseluruhan, The Ultimate 10K Series menargetkan 13.600 pelari dari berbagai daerah dan negara. Khusus untuk Semarang 10K, panitia menargetkan sekitar 3.500 peserta yang akan berlari menyusuri rute ikonik Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, antusiasme komunitas lari di Kota Semarang selama ini menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong meningkatnya kunjungan wisata ke kota ini.

“Excitingnya para runner di Kota Semarang ini membuat kita menerima banyak kunjungan wisata. Event seperti Semarang 10K selalu menghadirkan pelari dari berbagai daerah yang sekaligus menikmati pengalaman wisata di Kota Semarang,” ujar Agustina.

Ia menilai penempatan Kota Semarang sebagai kota penutup dalam rangkaian Ultimate 10K Series memberi peluang besar untuk memperkuat promosi pariwisata daerah. Para pelari dari kota-kota sebelumnya diperkirakan akan mengakhiri perjalanan seri lomba di Kota Semarang menjelang akhir tahun.

“Kalau dibukanya di Bandung dan ditutup di Semarang, berarti para pelari dari berbagai kota akan menghabiskan penutup tahun mereka di Kota Semarang,” kata Agustina.

Menurutnya, Kota Semarang memiliki banyak daya tarik bagi para peserta lomba, mulai dari kawasan heritage hingga kekayaan kuliner yang menjadi ciri khas kota ini. “Kita punya Kota Lama dengan bangunan heritage yang indah, kuliner yang sangat beragam, serta bentang alam dari perbukitan sampai pantai. Itu semua menjadi pengalaman yang menarik bagi para pelari yang datang ke Kota Semarang,” lanjutnya.

Panitia dari Kompas, Budi Suwardi menjelaskan bahwa penggabungan empat kota dalam satu rangkaian seri dilakukan untuk menghubungkan berbagai potensi daerah, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun pariwisata.

Melalui konsep The Ultimate 10K Series, penyelenggara berharap tercipta ekosistem sport tourism yang semakin kuat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi daerah. Kehadiran ribuan pelari di setiap kota diharapkan memberi dampak langsung pada sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif lokal.

Sementara, pelari elite nasional Agus Prayogo menilai kehadiran rangkaian lomba lari seperti ini juga penting bagi perkembangan atletik di Indonesia.
“Semakin banyak event lomba lari di tanah air, semakin banyak pula pelari yang akan berlatih dan muncul dari berbagai daerah. Harapannya akan lahir pelari-pelari muda yang bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Bagi Kota Semarang, kehadiran ribuan pelari pada Desember mendatang menjadi momentum untuk memperkuat citra kota sebagai destinasi sport tourism yang semakin berkembang.

“Kota Semarang sangat siap menyambut para pelari. Kami berharap seri ini menghadirkan kompetisi yang menarik sekaligus pengalaman berkesan bagi semua peserta yang datang ke Kota Semarang,” pungkas Agustina.

Berita Lainnya

BGN Investigasi Keracunan MBG Sidoarjo, Distribusi Lewat Empat Jam Jadi Temuan Awal

SIDOARJO – Kasus dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdampak pada ratusan santri dan pelajar. Hingga Kamis, 3 September 2026 sore, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat mencapai...

Tabrak Lari Berujung Maut, Perempuan Pengemudi Outlander Jadi Tersangka

Surabaya — Kecelakaan maut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Seorang perempuan berinisial ENR (32) yang mengemudikan Mitsubishi Outlander diduga berkendara dalam pengaruh alkohol hingga terlibat kecelakaan beruntun dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Peristiwa...

Teguh Istianto: Pemblokiran Ganggu Persiapan, Aksi Warga Pati Tetap Jalan

Jakarta — Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjadi perhatian publik. Rekening Bank Mandiri tersebut diketahui menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat yang dihimpun untuk mendukung rencana aksi warga Pati di Jakarta. Saat pemblokiran...