Kamis, Januari 29, 2026

Prioritaskan Ruas Mendesak, DPU...

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai...

Agustina Resmikan Pasar Ikan...

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meresmikan Pasar Ikan Rejomulyo di Kecamatan...

Dukung Mobilitas Warga, Jembatan...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah...

Pendapatan dan Belanja Daerah...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang...
BerandaPendidikanWacana Enam Hari...

Wacana Enam Hari Sekolah Dinilai Bisa Perkuat Aktivitas Sore, Pemkot Semarang Minta Perencanaan Matang

SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melihat wacana enam hari sekolah bukan hanya sebagai perubahan ritme belajar, tetapi juga peluang memperkuat aktivitas pembinaan karakter di luar jam pelajaran. Ia menilai bahwa anak-anak membutuhkan kegiatan positif pada sore hari agar perkembangan mereka lebih seimbang.

Terkait wacana yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, Agustina menyatakan bahwa Pemkot Semarang tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk perubahan harus melalui kajian menyeluruh oleh Bappeda.

“Kita tidak menutup diri, tetapi keputusannya harus berbasis kajian,” katanya, Senin (24/11).

Menurutnya, enam hari sekolah tidak boleh membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan non-akademik. Justru, perubahan itu harus membuka ruang baru bagi kegiatan kreatif dan keagamaan yang selama ini banyak dilakukan di tingkat RT dan RW.

Ia menjelaskan bahwa sore hari bisa dimanfaatkan siswa untuk belajar mengaji, mengikuti les menari, ataupun kursus keterampilan lainnya. Aktivitas semacam itu dinilainya mampu memperkaya pengalaman anak dan mendukung pembentukan karakter.

“Ini kesempatan untuk memperbanyak kegiatan positif yang diarahkan dengan baik,” ujarnya.

Agustina juga menyampaikan pentingnya penguatan pelajaran tambahan seperti Bahasa Inggris maupun Matematika agar siswa tetap mendapatkan dukungan akademik yang memadai. Kombinasi antara kegiatan akademik dan non-akademik dinilai dapat menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seni seperti menari juga dapat dipresentasikan dalam acara kampung, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas siswa.

Sementara itu, Setyo Budi, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Semarang, menegaskan bahwa pelaksanaan lima hari sekolah selama ini tidak menemui hambatan berarti. Karena itu, setiap perubahan harus melalui proses yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menekankan perlunya mempertimbangkan kesiapan sekolah dan kondisi siswa sebelum kebijakan baru diterapkan. Mengingat kebijakan lima hari sekolah pun sebelumnya melalui masa uji coba.

Pemkot Semarang menyatakan akan menunggu hasil kajian lebih lanjut dan tetap menjaga keberlanjutan proses belajar siswa di Kota Semarang.

Berita Lainnya

IMI Jateng Perketat Standar Keselamatan Balap seiring Pesatnya Pertumbuhan Event Otomotif

SEMARANG – Pertumbuhan pesat dunia otomotif di Jawa Tengah mendapat perhatian serius dari Pengprov IMI Jateng. Ketua IMI Jateng, Frits Yohanes, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan event. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan otomotif kembali menggeliat...

KKMP Jadi Mesin Distribusi Modern, Pemkot Semarang Dorong Sistem Pangan Digital

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menargetkan pembangunan 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai pusat distribusi pangan modern di kota ini. Program tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam era transformasi digital sektor pangan tahun 2025–2026. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng,...

Wali Kota Semarang: Tidak Ada Guru Honorer 2026, Semua Harus Bersertifikasi PPG

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa penataan kualitas guru menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui penghapusan status honorer bagi seluruh guru mulai tahun 2026. Ia menyampaikan hal tersebut dalam peringatan...