Kamis, Januari 29, 2026

Prioritaskan Ruas Mendesak, DPU...

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai...

Agustina Resmikan Pasar Ikan...

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meresmikan Pasar Ikan Rejomulyo di Kecamatan...

Dukung Mobilitas Warga, Jembatan...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah...

Pendapatan dan Belanja Daerah...

SEMARANG - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang...
BerandaRegionalTinjau Korban Rumah...

Tinjau Korban Rumah Roboh, Wali kota Agustina Pastikan Pendidikan Anak Terjamin

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi kediaman almarhumah Mega Gita Safitri korban rumah roboh di Jalan Pedamaran, Gang Buntu No. 10 RT 04 RW 05, Kauman Semarang Tengah, pada Jumat (31/10). Sebelumnya, Mega merupakan korban meninggal akibat rumah roboh pada Kamis (30/10) malam lalu, akibat hujan deras. Kebetulan rumah korban menempel dengan tembok bangunan tua yang ada di belakangnya. Karena tembok yang rapuh, berakhir menimpa rumah korban yang ditinggali dua anaknya, yakni Yuanita Atia Eka (7), Ikwan Setiawan (4), dan adiknya Syahrul Adji Pramuda (20). Beruntung, dua anak dan adik korban selamat dalam kejadian itu, sedangkan Mega harus meregang nyawa.

“Ini ada korban meninggal, kita pastikan anak-anak korban mendapatkan perhatian termasuk dari segi pendidikan,” kata Agustina.

Dirinya mengatakan dari keterangan pemangku wilayah setempat, rumah yang ditinggali korban bukan milik pribadi. Hal ini menyulitkan Pemkot Semarang untuk menggelontorkan bantuan untuk pembangunan rumah. Namun, lanjut Agustina, sudah dibentuk relawan serta tetangga korban yang akan mengusahakan, sehingga keluarga selamat dapat tinggal sementara di rumah tersebut, karena adik korban bekerja di daerah Pedamaran.

“Kita pastikan makan dan minum terjamin, nanti dari relawan akan beres-beres, dan memaksimalkan tempat tinggal ada. Terakhir kita juga pastikan pendidikan,” tuturnya.

Lantaran korban tinggal di rumah atau bangunan ilegal, Agustina meminta kecamatan untuk melakukan pengecekan. Karena rumah korban tertimpa tembok bangunan tua yang ada di belakangnya. “Saya minta anak-anak dibawa ke Puskesmas, karena itu masih memar-memar. Pendidikan anak kita tanggung, karena masuk masyarakat miskin,” imbuhnya.

Pemkot Semarang kata dia, akan melakukan pembaruan data, jika memang ada warga yang kurang mampu namun belum masuk ke DTKS nantinya akan dilakukan pembaruan data. Selain itu, Agustina juga berencana meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan menghidupkan Kampung Semawis, serta sekitaran Klenteng Tay Kak Sie.

“Nanti akan ditata, yang kita bisa adalah meningkatkan pendapatan mereka. Makanya sore hari akan ada pusat keramaian, penataan, warga bisa jualan, atau bikin kerajinan, atau jadi tour guide,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Respon Cepat Banjir: Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum Bantu Warga Terdampak Penuhi Kebutuhan Pangan

SEMARANG – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat mendirikan posko dapur umum di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Pedurungan, dan Kecamatan Genuk, sebagai respons terhadap banjir yang melanda wilayah tersebut. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan langkah ini...

Momentum Sumpah Pemuda, Anak Muda Semarang Sepakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

SEMARANG — Di tengah hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak pagi, semangat para pemuda tak sedikit pun luntur. Ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas tetap memenuhi Hall Balaikota Semarang untuk mengikuti kegiatan Sarasehan Pemuda bertema “Co-Creation...